Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Budidaya Kura kura hijau

Budidaya Kura kura hijau

Kura kura hijau adalah salah satu hewan peliharaan favorit di Indonesia. Kura-kura ini memiliki bentuk unik, dan cara hidup yang menarik. Selain bentuknya yang dominan berwarna hijau, kura-kura ini juga memiliki karakteristik yang berbeda apabila dibandingkan dengan kura-kura lainnya yang sejenis. 

Karakteristik Fisik

Kura-kura berwarna hijau disebut juga sebagai red ear slider, merupakan jenis hewan peliharaan yang berasal dari Amerika Selatan. Hewan amfibi ini dikelompokkan di dalam klasifikasi Trachemys Fista Elegance. 

Asalnya, hewan dari Amerika ini banyak yang ditangkap dari habitat aslinya. Kemudian dibawa ke seluruh dunia.

Saat sang majikan telah bosan, kebanyakan kura-kura ini kemudian dilepaskan begitu saja ke alam bebas. Akhirnya, terjadi surplus populasi dari kura kura hijau ini. Misalnya, kasus di Eropa Selatan. Populasi dari kura-kura berwarna hijau ini malah merajai habitat kura-kura Eropa yang asli.

Ukuran dari kura-kura bertubuh lucu ini bisa mencapai hingga 35 cm. Sebagaimana kura-kura lainnya, umur dari kura-kura berwarna hijau ini adalah hingga 40 tahun. 

Pada kepala kura-kura ini ditemukan semburat berwarna kemerahan, dan pada beberapa bagian terdapat corak loreng berwarna kuning. Sedangkan tangan dan kaki kura-kura mungil ini ditumbuhi oleh selaput, sebagai tanda bahwa ia cakap berenang di dalam air.

Untuk membedakan mana kura-kura betina, dan mana kura-kura yang jantan, diperlukan kecermatan yang cukup tinggi. Pada kura-kura jantan, terdapat cakar yang digunakan untuk melakukan membela diri. Sedangkan pada kura-kura betina terdapat kloaka yang bisa dilihat dekat dengan tempurungnya.

Tempat Pemeliharaan

Budidaya Kura kura hijau

Kura kura hijau ini sebenarnya sangatlah mudah untuk dipelihara. Misalnya, di dalam baskom, ataupun di dalam bak mandi. Namun, tempat yang paling baik untuk memelihara kura-kura ini adalah akuarium, sebab akuarium lebih mudah untuk dibersihkan. 

Selain itu, kura-kura ini memang rentan untuk berjalan-jalan atau kabur. Dengan penempatan di dalam akuarium, maka kura-kura ini akan kesulitan untuk melarikan diri.

Akuarium yang digunakan untuk merawat kura-kura ini adalah akuarium yang telah dibersihkan sebelumnya. Saat kura-kura ini buang air besar, maka air di dalam akuarium akan menjadi racun. Sebab itulah diperlukan usaha untuk membersihkannya secara rutin.

Akuarium sebagai tempat pemeliharaan kura-kura ini haruslah memiliki tutup yang aman. Tutup akuarium akan mencegah kura-kura meloncat keluar. Tutup yang dianjurkan adalah tutup yang bisa menangkap spektrum cahaya dari matahari, sehingga air di dalam kolam pun masih bisa merasakan cahaya matahari.

Pada tahun pertama, kemungkinan pertumbuhan dari kura kura hijau ini sangatlah pesat. Kura-kura bahkan bisa mencapai hingga 20 inci dari berat badannya. Untuk itu, mengisi akuarium dengan air, tidak diperlukan hingga meluber. Sisakan sedikit, agar kura-kura tidak dapat meloncat keluar.

Pemasangan Filter

Kualitas air yang bersih dan baik sangat diperlukan oleh kura-kura ini. Sebab itulah, pemasangan filter menjadi suatu keharusan. Filter akan membuat air menjadi lebih bersih, dan terjaga keasliannya. 

Menggunakan filter akan membuat kita tidak perlu sering-sering membersihkan air di dalam akuarium. Untuk filter yang biasanya digunakan oleh peternak adalah filter tabung.

Menggunakan Penghangat Suhu Air

Memasang thermostat agar air selalu pada suhu 20 hingga 28 derajat celcius sangatlah diperlukan. Sebab, thermostat akan membuat air bertahan lebih baik. Suhu yang terjaga akan membuat metabolisme tubuh kura-kura menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Sebab, kekebalan tubuhnya akan semakin meningkat dengan pesat.

Daerah Berjemur

Pastikan bahwa di dalam akuarium terdapat daerah untuk berjemur. Daerah ini berguna untuk memastikan bahwa kura-kura bisa hidup dengan cara yang sehat. Kura-kura membutuhkan sinar ultraviolet dari matahari untuk memasak makanannya.

Dekorasi Akuarium

Dekorasi akuarium digunakan sebagai pemanis akuarium. Kita tidak perlu memasang karang yang bisa melukai tubuh kura-kura. Untuk memastikannya, pilihlah tanaman yang berasal dari tumbuhan air dan hidup. 

Jangan menggunakan tanaman yang palsu. Sebab, tanaman yang terbuat dari plastik dapat melukai tubuhnya. Selain itu, tidak perlu menambahkan pasir halus sebab pasir hanya akan membuat kura-kura mencoba memakannya. Apabila kura-kura memakannya, hal ini bisa menimbulkan keracunan dan komplikasi yang berbahaya di dalam tubuh.

Pencahayaan

Kura-kura berwarna hijau ini merupakan hewan yang berdarah dingin. sebab itulah mereka sangat tergantung dengan lingkungannya. Kita akan sering menyaksikan kura-kura berjemur di bawah sinar matahari hingga berjam-jam lamanya. Hal ini dilakukan agar mereka dapat menyimpan sumber panas di dalam tubuhnya.

Saat kita merawat kura-kura di dalam akuarium, berarti kita telah merawatnya di sebuah tempat buatannya yang bukan sebagai habitat aslinya. Sebab itulah, kura-kura memerlukan pencahayaan buatan. Agar ia bisa memanfaatkan sinar ultraviolet dengan baik.

Makanan

Kura-kura berwajah mungil ini sangat antusias apabila diberi makanan. Ia mempunyai nafsu makan yang lumayan besar. Untuk pemberian maka, kita bisa memberikannya makanan sebanyak dua hari sekali. 

Selain itu, bisa pula kita memberinya makan hingga ia kenyang. Apabila, kita mendapati bahwa kura-kura tersebut berbadan lebih tambun dari biasanya, maka sebaiknya kita mulai mengurangi jatah pemberian pakannya.

Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi oleh kura-kura adalah pakan komersial atau pelet ikan. Namun, kita harus pula memvariasikan bagaimana pemberian pakannya dengan cara sebaik mungkin. Pakan komersial biasanya sudah banyak mengandung beberapa vitamin untuk kesehatan tubuh kura-kura.

Pelet yang diberikan haruslah pelet yang baik dan mengandung beberapa vitamin. Jangan sampai kita mengoplos pelet. Sebab, akan mengurangi vitamin yang ada di dalam pelet.

Selain itu, kita bisa memberikannya makanan berupa buah ataupun sayur. Namun, haruslah diiris dengan tipis-tipis terlebih dahulu. 

Namun, jika kita melihat bahwa kura-kura menolak makanan ini, maka kura-kura perlu diberi suplemen khusus untuk menggenjot nafsu makannya hingga membaik. 

Berikut ini adalah beberapa makanan alami yang bisa kita berikan kepada kura-kura berwarna hijau ini, antara lain:

Jangkrik

Kita bisa mengembangbiakkan jangkrik untuk pakan alami kura-kura. Jangkrik mengandung komponen vitamin yang lengkap, dan baik untuk kesehatan tubuh kura-kura.

Cacing

Cacing juga merupakan pakan alami yang sangat mudah untuk dikembangbiakkan. Cacing, diiris kecil-kecil dan bisa diberikan pada bayi kura-kura.

Keong

Kita bisa mendapatkan keong di pasar ataupun di sawah. Setelah keong didapatkan, cara selanjutnya adalah dengan mencacahnya sedemikian rupa, sehingga berbentuk kecil-kecil. Makanan ini mengandung banyak vitamin yang baik bagi kesehatan kura-kura.

Apabila kita mendapati kura-kura tidak mau makan, tidak perlu terlalu khawatir sebab kura-kura Brazil ini memang terkadang sangat rewel. 

Namun, apabila kura-kura menolak untuk makan hingga beberapa hari, kita harusnya kuatir, mungkin saja ada masalah pada tubuhnya. Kura-kura yang terserang penyakit biasanya tidak suka makan, dan lebih memilih untuk menyendiri dari kelompoknya.

Amati bagaimana bentuk fisik kura-kura hijau. Apakah ada bengkak di mata, hidung, ataupun di beberapa bagian tubuhnya. Penyakit biasanya timbul dari kualitas air yang buruk. Sebab itulah, sangat penting untuk memastikan bahwa kura-kura mendapatkan air dan lingkungan yang sehat. 

Semoga berguna dan bermanfaat.

Post a Comment for " Budidaya Kura kura hijau"