Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Biografi Tokoh Dunia: Archimedes Ilmuwan Eksperimental

Archimedes

Belajarlah dari sejarah, kata-kata ini bisa dengan cara  bagaimana kita mengambil intisari dari kumpulan biografi tokoh dunia. Dari cerita-cerita tersebut, kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari apa yang sudah dialami dan dijalani dalam kehidupannya. 

Seorang tokoh selalu menjadi inspirasi bagi generasi sesudahnya, dari bagaimana sebuah tekad dan kerja keras dalam menyelidiki hal-hal yang baru yang sebelumnya belum pernah terpikirkan oleh orang lain.

Kemauan keras dari tokoh dunia bisa mengambil hikmah, bahwa yang mereka kerjakan adalah karena rasa ingin tahu, bukan karena ingin tercatat oleh sejarah. Namun karena usaha keras dan tekad dan keberhasilannya lah akhirnya mereka dicatat dalam catatan kumpulan biografi tokoh dunia. 

Dengan mengetahui berbagai cerita melalui kumpulan biografi tokoh dunia, kita bisa mengetahui pula bagaimana sebuah pengetahuan dilahirkan, lalu bagaimana sebuah pengetahuan tersebut  kemudian menjadi ilmu pengetahuan, yang akhirnya disepakati dan dapat diuji kebenarannya.

Ada hal dimana sesuatu baru awalnya ditemukan secara kebetulan tanpa direncanakan. Namun karena rasa ingin tahu yang besar, hal-hal yang kebetulan tersebut akhirnya dikembangkan dan diuji kebenarannya dengan ketekunan, yang  pada akhirnya ia menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. 

Dari banyaknya kumpulan biografi tokoh dunia, ada salah satu penemu yang penemuannya bisa kita ikuti melalui sebuah cerita, yaitu Archimedes yang hidup di negara Yunani di sebuah kota pelabuhan yang bernama Sisilia. Dia seorang fisikawan, matematikawan dan terkenal juga sebagai seorang filsuf.

Archimedes (287 – 212 SM)

Archimedes

Archimedes terkenal sebagai seorang ahli dibidang matematika dan fisika, selain itu ia juga dikenal sebagai penemu dalam bidang hidrolika dan mekanika. 

Penemuannya yang sangat membantu dalam kehidupan manusia sampai sekarang adalah kerekan susun sebuah alat yang sanggup mengatrol sebuah kapal dan lingkaran bersusun atau spiral untuk menaikkan air dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. 

Pada jamannya, lingkaran tersebut pernah digunakan oleh bangsa mesir untuk memindahkan air sungai nil untuk mengairi sawah-sawah, ketika tempat yang lebih tinggi sedang mengalami kesulitan air.

Di kumpulan biografi tokoh dunia diceritakan bahwa pada waktu itu Raja Hieron II sedang memikirkan mahkota yang baru, apakah mahkotanya adalah emas asli atau campuran dari perak? Raja Hieron II sudah mendengar kabar tentang kepintaran dan kecerdasan Archimedes. 

Panggilah ia untuk dimintai tolong menyelidiki tentang mahkota. Archimedes memikirkan hal itu dengan sangat serius. Tersebutlah satu cerita, pada waktu ia merasa lelah, ia tiba-tiba bangkit dan masuk ke dalam bak mandi untuk berendam diri. 

Akibatnya, bak yang terisi penuh dengan air itu tumpah ke lantai. Di luar dugaan, ternyata kejadian tersebut merupakan awal penemuannya yang berharga.

Apa yang dilakukannya sesudah itu adalah cepat-cepat mengambil sebongkah perak dan sebungkah emas menimbangnya. Lalu keduanya dimasukkan ke dalam bejana yang berisi air yang masing-masing takaran airnya sama. 

Alhasil, karena logam perak memiliki kepadatan yang kurang, hasilnya menunjukkan perak lebih banyak menyita ruang. Akibatnya, banyak air yang keluar. Sedangkan emas tidak demikian. 

Akhirnya Archimedes berpendapat bahwa suatu benda yang tenggelam dalam air tentu akan mengakibatkan air keluar, terdesak sebesar volume barang yang dimasukkan.

Kemudian mahkota milik Raja di ujinya.  Hasilnya ternyata banyak air yang keluar dari bejana. Artinya mahkota Raja terbuat dari kandungan logam yang lain yang memiliki kandungan yang lebih besar, dalam artian mahkota Raja tidak terbuat dari kandungan emas murni.

Apa yang sudah dilakukan dalam percobaan-percobaan selanjutnya telah menghasilkan hukum Archimedes. 

Hukum itu berbunyi : "Sesuatu benda, yang dimasukkan ke dalam zat cair, akan kehilangan berat yang sama dengan zat cair yang didesaknya keluar.” Sesudah kejadian tersebut Archimedes banyak membuat kejutan-kejutan dalam penemuannya, seperti sistem pada katrol kapal yang ia demonstrasikan dengan menarik kapal sendirian.

Beberapa tahun sebelum meninggal, negerinya sedang mengalami pertempuran dengan bangsa Romawi. Sebelumnya Raja Yunani Hiero II terikat oleh perjanjian dengan Bangsa Romawi. 

Agar Syracuse tidak diserang, ia harus mengirimkan gandum kepada Romawi dengan jumlah yang sangat banyak. Sampai pada akhirnya Syracuse sudah tidak mampu lagi mengirimkan gandum dan akhirnya terjadilah pertempuran.

Bangsa Romawi pada waktu itu lebih unggul dengan perlengkapan yang tidak sepadan dengan bangsa Yunani. Raja akhirnya meminta Archimedes agar bangsanya tidak mengalami kekalahan. Memikirkan hal itu Archimedes berpendapat bahwa untuk mengalahkan tentara Romawi harus memiliki peralatan atau senjata perang yang lebih modern dibandingkan dengan yang mereka pakai.

Archimedes membuat rancangan kapal untuk memperkuat tentara Yunani, dan yang dibuat Archimedes adalah kapal terbesar. Agar kapal bisa mengambang di laut, dan air yang mengambang di dek kapal harus dibuang terlebih dahulu. 

Karena ukurannya yang besar, pengerjaan membuang air-pun cukup banyak. Archimedes menciptakan alat yang diberi nama “Sekrup Archimedes”. Dengan adanya penemuan Archimedes, air dalam dek kapal bisa dikeluarkan dengan mudah.

Masalah tidak selesai sampai situ. Ternyata berat kapal yang sangat besar membuat kapal susah untuk dipindahkan. karena masalah tersebut Archimedes akhirnya menciptakan alat yang disebut Compound Pulley. 

Dengan adanya penemuannya, kapal  yang sudah ada awak didalamnya dapat dengan mudah dipindahkan hanya dengan menggunakan seutas tali. Kapal tersebut dinamakan kapal Syracusia, pada jamannya kapal buatan Archimedes menjadi kapal yang sangat dikenal dan fenomenal.

Selama perang antara bangsa Romawi dan Yunani, terjadi perang yang sangat dikenal dengan nama perang punuk kedua. Archimedes memiliki andil yang besar membantu negaranya dengan penemuan-penemuannya. Saat Romawi dibawah pimpinan Jendral Marcus Claudius, dia ingin merebut Syracusia.

Dari situlah Archimedes membuat sebuah kaca pembesar, yang ukurannya besar sekali. Dengan menggunakan bantuan matahari, kaca tersebut bisa membuat api yang sangat besar sekali, yang disusun dari perisai-perisai dari prajurit Syracuse. 

Pada waktu tentara Romawi sedang menuju ke daratan Syracuse, senjata Archimedes digunakan. Setelah menemukan titik api atau fokus nya,kapal-kapal Romawi satu persatu terbakar habis.

Namun karena jumlah kapal Romawi cukup banyak, cara Archimedes kurang berhasil. Pada saat tentara Romawi mulai mengepung, Archimedes kembali berpikir dengan sangat untuk membuat kembali senjata. 

Karena situasi tersebut akhirnya archimedes membuat alat yang dinamakan “Cakar Archimedes” , sebuah alat yang mirip derek. Alat tersebut dikaitkan diam-diam ke badan kapal musuh. Pada saat derek ini ditarik alat itu mengakibatkan kapal tersebut menjadi oleh, robek kemudian tenggelam.

Penemuan Archimedes yang lain, yang digunakan sebagai senjata perang adalah ketapel dan balista. Namun kemenangan tetap berpihak kepada bangsa Romawi, Syracuse menyerah. Archimedes dibunuh oleh tentara Romawi pada waktu penjarahan terjadi. 

Padahal Jendral Romawi Marcellus memerintahkan agar Archimedes tidak boleh dibunuh. Bangsa Romawi tidak menyia-nyiakan Archimedes, dengan memperlakukan mayat Archimedes tidak semena-mena. Bangsa Romawi menguburkannya dengan layak

Archimedes meninggalkan banyak penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia, dan itu terbukti bahwa penemuannya masih dipergunakan dalam kehidupan saat ini. Diatas sudah dipaparkan sebagian dari penemuannya yang menjadikan ia fenomenal dan menempatkannya dalam kumpulan biografi tokoh dunia.

Banyak sekali penemuan Archimedes yang belum dipaparkan di atas dan penyebab, alasan sampai akhirnya penemuan tersebut bisa dilahirkan. Contoh penemuannya yang lain adalah Archimedes adalah orang pertama yang mendefinisikan mengenai sistem angka yang mengandung myriad, yang menunjukkan suatu bilangan atau jumlah yang tak terhingga nilainya. 

Ia juga mendefinisikan adanya perbandingan antara keliling lingkaran dan jari-jari pada lingkaran, dikenal dengan pi, sebesar 3.1429.

Dari kumpulan biografi tokoh dunia mengenai Archimedes, kita dapat mengetahui hasil dari penemuannya dan penyebab mengapa penemuannya tersebut dibuat, yang  ternyata sebagian penemuannya karena  situasi dimana negaranya di serang dan ia mencoba membuat alat untuk mempertahankan negara. 

Rasa nasionalis yang sangat besar dan kecerdasan Archimedes patut dijadikan teladan. Ia selalu tekun dan bekerja keras dengan melakukan percobaan-percobaan sampai akhirnya menemukan keberhasilan dari percobaannya. Archimedes dikenal sebagai bapak Ilmu Pengetahuan Alam Eksperimental.

Posting Komentar untuk " Kumpulan Biografi Tokoh Dunia: Archimedes Ilmuwan Eksperimental"