Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penelitian Tentang Pemanasan Global


Penelitian Tentang Pemanasan Global

Apakah itu Pemanasan global? Definisi dari pemanasan global adalah fenomena peningkatan suhu udara rata-rata di dekat permukaan Bumi selama satu hingga dua abad terakhir.

Penelitian (riset) secara terus-menerus dilakukan oleh para ahli terkait dengan masalah pemanasan global (Global warming) ini.  Penelitian tersebut kini sedang dilakukan dengan cara mempelajari statistik dan dengan kunjungan langsung ke sumbernya.  Terkait dengan pemanasan global ini, para ilmuwan datang dengan jawaban yang berbeda untuk untuk menjelaskan dan mendefinisikan masalah pemanasan global tersebut.

Penelitian Tentang Pemanasan Global
image via freepik

Beberapa orang ilmuwan dan tim peneliti telah mempelajari tentang pemanasan global di Arktik, dan mereka telah menemukan lapisan es tipis di dekat laut disebelah utara Alaska.  Pada musim panas tahun 2007 yang lalu, menunjukkan di wilayah tersebut terdapat lapisan es paling sedikit sejak pertama kali dilacak dan diteliti pada tahun 1979.  Para ilmuwan yang ikut serta dalam proyek eksplorasi Gyreak di hutan rimba Penjaga Pantai Kanada, Icker, bertujuan untuk melihat efek yang ditimbulkan dari pemanasan global terhadap lapisan es di bumi.

Ketika mereka mencapai daerah di mana es biasanya ada dalam ukuran yang tebal sehingga sulit bagi kapal untuk melewatinya, maka pada penelitian tersebut di temukan lapisan es yang sudah menipis sehingga kapal dapat berlayar dengan mudah untuk melaluinya.  Ketika mereka melihat lapisan es yang semakin menipis di wilayah tersebut, maka mereka berkeyakinan bahwa hal itu disebabkan karena efek dari pemanasan global.  Sebagian besar lapisan es yang tersisa adalah es muda, yang lebih rentan untuk mencair.  Para ilmuwan mengambil data dari lapisan es tersebut dan kembali ke laboratorium mereka untuk menganalisisnya.

Contoh Pemanasan Global 


Sementara itu kelompok peneliti yang lain, dengan grup model Arktik dan grup penelitian IJIS, telah berlayar di sepanjang pantai Alaska di Laut Chukchi.  Misi mereka adalah untuk mempelajari variabel suhu air laut yang berbeda - beda yang mungkin mempengaruhi phyoplankton.  Mereka menemukan bukti bahwa air laut di wilayah tersebut lebih hangat dari data statistik satelit cuaca yang ada.  Satelit cuaca menunjukkan angka 10 derajat Celcius, sementara hasil pengukuran mereka menunjukkan  angka 14 derajat Celcius. Terdapat perbedaan sebesar 4 derajat celcius yang merupakan sebuah perbedaan suhu yang cukup signifikan di wilayah tersebut.  

Salah satu studi yang lain telah selesai menghubungkan rawa gambut di wilayah Rusia dengan efek dari pemanasan global.  Rawa gambut tersebut telah menghasilkan sejumlah besar gas metana.  Menurut penelitian mereka, hal ini sudah terjadi sejak zaman es terakhir.  Karena metana adalah salah satu gas rumah kaca, maka ini akan memberikan dampak terhadap terjadinya pemanasan global. 

Namun, hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa rawa gambut di Rusia menyerap karbon dioksida pada tingkat yang mengesankan.  Mereka msmpu mnyerap gas karbon dan merupakan salah satu yang terbesar di planet ini.  Jika rawa gambut mengering karena efek dari pemanasan global, maka rawa tersebut kemudian akan melepaskan karbon dioksida ini ke udara.  Pertemuan antara karbon dioksida dengan metana tidak  baik, namun metana akan berada di udara dalam waktu yang singkat. 

Peneliti di Scripps Institute of Oceanography telah membuktikan bahwa manusia menanggung beberapa kesalahan untuk perubahan iklim yang terjadi di lautan.  Mereka telah melakukan ini baik dengan mengamati dan mencatat bukti, dan dengan simulasi menggunakan model komputer tercanggih. 

Model komputer tercanggih tersebut didasarkan pada bukti yang mereka miliki, sehingga mereka dianggap cukup akurat.  Dengan semua data yang lengkap, bukti tampaknya telah menunjuk peristiwa pemanasan global.  Ini juga membuat kita menjadi jelas bahwa manusia telah memainkan peranan dalam menyebabkan terjadinya fenomena ini. 

Seorang profesor MIT telah mempelajari efek air hangat pada badai selama lima puluh tahun terakhir.  Dia mempelajari statistik dari badai dan kemudian membuat model komputer untuk menguji teorinya.  Spesialisasinya adalah meteorologi, sehingga dia mengambil penelitian tentang pemanasan global adalah sangat menarik.  Dia menemukan bahwa badai memang telah menjadi semakin kuat sejak tahun 1970 silam. 

Penelitian ini sangat penting untuk mendapatkan sebanyak - banyaknya data serta informasi terkait dengan pemanasan global.  Hanya dengan mengetahui masalah pemanasan global ini dengan detail dan tepat maka kita akan sanggup untuk menghadapinya.

Post a Comment for "Penelitian Tentang Pemanasan Global"