Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lingkungan Hidup: Manfaat Daur Ulang Sampah

Daur Ulang Sampah

Pernah menonton film berjudul Wall-E? Dalam film tersebut diperlihatkan bagaimana kerusakan bumi karena pencemaran lingkungan yang diakibatkan sampah yang menggunung. 

Manusia sampai harus mengungsi ke luar angkasa dan hidup di dalam pesawat yang dikuasai robot. Mungkin bumi akan berubah menjadi seperti dalam film yang digarap oleh Walt Disney dan Pixar. Pada artikel daur ulang sampah ini akan dibahas lebih jauh.

Apalagi di Indonesia sendiri yang tidak masuk dalam peringkat 10 penghasil sampah dunia saja menghasilkan 2 kg per orang setiap harinya (data tahun 2012) dan setiap tahunnya selalu bertambah. Oleh karena itu, perlu dilakukan daur ulang sampah besar-besaran sebagai salah satu solusi pengurangan sampah.

Daur Ulang Sampah

sampah-plastik

Mengapa harus daur ulang dan tidak dibakar atau ditimbun saja? Seperti yang kita ketahui, sampah plastik tidak dapat membusuk dalam tanah jika ditimbun. Langkah pembakaran sampah tanpa pengetahuan sangat berbahaya.

Pasalnya, sampah plastik maupun sampah lainnya yang mengandung zat kimia bila dibakar akan sangat berbahaya untuk lingkungan. Salah satu bahayanya, asap yang dihasilkan mengandung racun bernama dioxin.

Dioxin yang terhirup manusia akan mengendap dalam tubuh. Efeknya akan terasa bertahun-tahun kemudian, yakni bahaya kanker. Tidak heran jika kemudian pemerintah mengeluarkan aturan tentang Pengelolaan Sampah pada UU No. 18 tahun 2008.

Namun, ketika sampah hanya dibiarkan saja di tempat pembuangan sampah akhir, itu juga bukan jalan keluar yang tepat. Hal tersebut karena dampaknya akan lebih parah.

Hal tersebut karena sampah menghasilkan gas metan (CH4). Gas metan ini sangat membantu sekali dalam proses percepatan pemanasan global. Lebih mengerikan bukan?

Salah satu jalan untuk menghindari bahaya di atas adalah mengolah sampah menjadi barang yang berguna. Contohnya, plastik bekas bungkus makanan ringan di jadikan tas, kalung, aksesoris jilbab, dan banyak lainnya.

Manfaat Daur Ulang Sampah

Artikel tentang Daur Ulang Sampah

Daur ulang sampah sangat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Manfaat pertama dari daur ulang adalah hemat energi. 

Mengapa demikian?

Ya, dengan mendaur ulang barang bekas kita akan lebih menghemat daripada harus membuatnya baru. Proses dalam pembuatan barang baru memerlukan bahan mentah di mana bahan mentah ini memerlukan proses produksi yang panjang.

Berbeda dengan mengandalkan barang bekas, maka akan memangkas proses produksi yang panjang tersebut dan dapat menghemat energi, baik dari segi manusia maupun mesinnya.

Kedua, dengan memakai barang bekas dapat mengurangi polusi. Hal tersebut berkaitan dengan proses pembuatan barang baru yang memerlukan bahan mentah.

Misalnya saja, proses memproduksi bahan mentah menjadi bahan yang siap diproduksi memerlukan pembakaran yang dapat mencemarkan lingkungan. Pembakaran ataupun pengurangan proses produksi ini dapat meminimalkan terjadinya pemanasan global.

Ketiga, menghemat sumber daya alam. Bayangkan saja ketika memilih barang bekas kita tidak memerlukan lagi bahan mentah yang kebanyakan harus kita ambil paksa dari alam.

Misalnya saja kertas. Ketika harus membuat kertas baru, kita memerlukan pohon. Namun, ketika kita mengolah kertas bekas menjadi kertas daur ulang, maka secara langsung kita dapat mengurangi penebangan pohon dan menyelamatkan penggundulan hutan.

Manfaat keempat tentu saja tentang penghematan secara ekonomis. Dari proses panjang di atas tentu akan langsung terpikirkan berapa banyak penghematan biaya produksi jika kita tidak perlu memulainya dari bahan mentah.

Ada langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum mendaur ulang barang bekas, yakni memisahkan sampah dari yang plastik dan yang bukan. Setelah dipisahkan berdasarkan jenisnya, baru bisa dibuat menjadi barang baru.

Misalnya, botol plastik. Di Tempat pemilahan botol tersebut akan dibersihkan dahulu, dipisahkan berdasarkan warnanya. Baru setelah itu bisa digiling atau dilelehkan untuk kemudian dibentuk barang baru.

Sampah yang dapat didaur ulang dipisahkan menjadi empat jenis. Hal tersebut meliputi sampah organik berupa zat tanaman, sisa makanan, atau kertas. Sampah tersebut kemudian dapat didaur ulang menjadi kompos. Kompos ini selain untuk memupuk tanaman juga berguna sebagai pembangkit tenaga listrik bila di berduet dengan metana.

Barang bekas dari baja dan aluminium juga bisa didaur ulang. Barang ini berupa kaleng minuman, kaleng makanan atau minuman, dan lain-lain, bisa diolah menjadi gantungan kunci, sekop sampah atau tempat sampah. Sedangkan yang berasal dari baja bisa didaur ulang menjadi baja kembali.

Sampah kaca yang telah pecah bisa digunakan untuk digunakan lagi menjadi bahan baku pembuatan botol, piring, ataupun gelas. Sedangkan sampah plastik dapat digunakan untuk membuat botol shampo atau botol minyak pelumas jika dilarutkan dan diproses ulang.

Selain itu, plastik dari bekas makanan kecil dapat dibuat menjadi tas, tempat pensil, ataupun taplak meja. Sampah daur ulang ini ternyata membuktikan keampuhannya menghidupi banyak orang.

Salah satunya Iyaz. Ia merupakan pengusaha penggilingan kertas yang akan didaur ulang oleh pabrik. Dari bisnisnya tersebut, Iyaz memiliki pendapatan 200 jutaan setiap bulannya.

Terobosan lain tentang sampah juga dilakukan oleh warga binaan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur. Warga Kelurahan Gunung Anyar Tambak mulai rajin membawa sampah mereka ke Bank Sampah Bintang Mangrove yang disediakan PLN.

Di sana sampah mereka ditimbang, lalu dihargai untuk kemudian uangnya dipakai untuk membayar listrik. Sampah yang ditampung di sana tidak semua sampah ditampung. Hanya sampah yang bisa didaur ulang saja yang dihargai oleh bank sampah tersebut.

Di Bank sampah tersebut juga terdapat rekening pembayar listrik untuk memudahkan pembayaran. Bank sampah yang sudah berdiri sejak tahun 2012 itu ternyata cukup ampuh untuk membuat lingkungan bersih. Selain itu, juga menjadikan warga nelayan tersebut menjadi memiliki tambahan pemasukan.

Indonesia memang perlu memiliki kesadaran dalam hal pendaurulangan sampah. Hal tersebut dikarenakan Indonesia yang memiliki peringkat keempat dalam masalah kepadatan penduduk ini memang mulai sadar akan pentingnya pengolahan sampah menjadi barang berguna.

Gerakan warga Indonesia yang selalu digaungkan saat hari bumi memang perlu adanya kesadaran dari setiap warganya. Hal tersebut karena dari 100%, ada sekitar 50% sampah rumah tangga dan hanya 24,5% sampah yang bisa didaur ulang. Lalu, untuk plastik yang dapat bertahan puluhan tahun tersebut, baru sekitar 5% yang didaur ulang.  

Namun, ada cerita tragis di belakang proses daur yang memiliki banyak manfaat tadi. Hal tersebut terjadi pada sampah elektronik. Contoh sampah elektronik adalah komputer, laptop, telepon seluler, dan barang elektronik lainnya.

Setiap tahunnya ada sekitar 35 ton sampah elektronik yang dibawa ke sana. Cina memang memiliki kemampuan tinggi tentang pengembangan barang-barang elektronik. Mereka juga mampu memproduksi barang-barang dengan jumlah besar.

Namun, dibalik itu semua, banyak warga Cina yang terkena imbas buruknya. Pencemaran air tanah, polusi atmosfer, dan terutama kesehatan. Bahkan beberapa pegawai yang bekerja di tempat daur ulang tersebut mengeluhkan sakit kepala dan gangguan penglihatan.

Pernapasan pun menjadi salah satu gangguan lain yang harus diderita karena asap dari komputer yang terlalu keras. memang perlu pemilahan dan memikirkan dampak apa yang akan terjadi bila melakukan daur ulang tersebut. Alih-alih mau untung malah buntung.

Demikian artikel daur ulang sampah yang dapat disampaikan. Semoga uraian tersebut dapat membantu Anda memahami tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan sampah dapat didaur ulang menjadi barang-barang yang bermanfaat.

Post a Comment for "Lingkungan Hidup: Manfaat Daur Ulang Sampah"