Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polusi: Penyebab Polusi Tanah

Polusi: Penyebab Polusi Tanah

Polusi adalah masuknya bahan berbahaya ke dalam lingkungan. Bahan berbahaya ini disebut polutan. Polutan dapat berasal dari alam, seperti abu vulkanik. Mereka juga dapat dibuat oleh aktivitas manusia, seperti sampah atau limpasan yang dihasilkan oleh pabrik. Polutan merusak kualitas udara, air, dan tanah.

Polusi tanah adalah salah satu bentuk pencemaran yang dapat merugikan alam, lingkungan, dan bahkan manusia. Tanah disebut tercemar ketika terdapat bahan-bahan asing yang masuk dan menyebabkan tanah tidak lagi alami. 

Bahan-bahan yang dapat mencemari tanah tersebut biasanya berupa bahan-bahan kimia yang dibuat dan digunakan untuk kepentingan manusia. Unsur-unsur yang menyebabkan pencemaran tanah ini sebagian besar berasal dari limbah dari hasil kegiatan atau aktivitas manusia.

Polusi atau pencemaran sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi ketika unsur-unsur lingkungan (seperti air, udara, tanah, dan sejenisnya), terkontaminasi oleh unsur-unsur lain yang membuat lingkungan menjadi terganggu. 

Masuknya hal-hal asing tersebut berpotensi mengganggu ekosistem yang ada sehingga menyebabkan unsur-unsur alami tidak dapat berfungsi dengan baik dan bahkan menurun kualitasnya.

Unsur-unsur asing yang dapat mencemari lingkungan hidup atau yang bisa menyebabkan polusi disebut sebagai polutan. Polutan ini biasanya berasal dari bahan-bahan kimia yang tidak ramah lingkungan dan justru bisa mematikan unsur-unsur alami pada suatu ekosistem yang sudah terbentuk. 

Tanah menjadi salah satu unsur alami dalam lingkungan yang sering terganggu oleh kehadiran polutan-polutan berbahaya yang hampir semuanya bersumber dari aktivitas manusia.

Dilihat dari asal atau sumbernya, limbah yang menjadi penyebab terjadinya setidaknya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu limbah domestik, limbah pertanian, dan limbah industri

Limbah Domestik

limbah-domestik

Yang pertama, limbah domestik, yakni limbah dari aktivitas keseharian manusia yang sangat sering menggunakan bahan-bahan dengan kandungan kimiawi yang bisa merusak lingkungan, termasuk tanah.

Limbah domestik penyebab polusi yang dapat mencemari tanah dapat berwujud limbah cair maupun limbah padat. Salah satu jenis limbah cair yang paling berpotensi menyebabkan tanah tercemar adalah minyak yang tertumpah dalam jumlah banyak di atas tanah. 

Tumpahan minyak dalam skala besar dapat menyebabkan tanah mati dan memperlemah fungsinya sebagai lahan yang seharusnya bisa ditanami dan menghasilkan.

Begitu juga dengan limbah rumah tangga berupa air sabun yang dibuang sembarangan ke tanah. Air sabun bekas mencuci ini berasal dari deterjen yang mengandung zat-zat kimia dan bisa berdampak tidak baik bagi tanah maupun lingkungan di sekitarnya. 

Selain itu, bekas minyak goreng, oli, air aki, dan barang-barang sejenis yang dibuang begitu saja juga dapat mencemari, bahkan bisa mematikan tanah.

Sementara itu, limbah padat yang bisa menimbulkan polusi tanah adalah limbah yang berasal dari sisa-sisa pembuangan barang-barang yang telah digunakan oleh manusia, terutama benda-benda yang mengandung bahan kimia, seperti plastik, batu baterai, kaleng atau botol minuman, bekas atau sisa kosmetik, bahan-bahan dari kaca, serta benda-benda padat lainnya yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme yang hidup di dalam tanah sehingga berpotensi membuat tanah menjadi tidak produktif.

Limbah padat dari aktivitas rumah-tangga, atau yang biasa dikenal sebagai sampah, akan mempengaruhi kualitas tanah apabila ditumpuk atau ditimbun dalam jumlah besar. 

Selain membuat tanah tidak bisa dipergunakan akibat gundukan sampah, dampak kimiawi yang timbul dari aneka macam limbah rumah tangga tersebut juga bisa merusak tanah.

Timbunan sampah yang berasal dari berjenis-jenis benda sisa itu dapat menimbulkan reaksi kimiawi dan menghasilkan unsur-unsur kimia yang akan memunculkan reaksi negatif, seperti gas nitrogen dan asam sulfida. 

Apalagi benda-benda yang dibuang itu banyak yang sudah mengandung zat kimia dari semula, misalnya kandungan mercury, chrome, arsen, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, tumpukan sampah yang mengandung bahan-bahan kimia tersebut bisa juga merusak struktur tanah, baik di permukaannya maupun pada tekstur tanah. 

Apabila tanah sudah tercemar oleh bahan kimia yang berbahaya, maka produktivitas dan kualitas tanah akan menurun, bahkan bisa menyebabkan tanah tidak berfungsi sama sekali dan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif.

Limbah Pertanian

limbah-pertanian

Sumber pencemaran tanah yang kedua adalah limbah pertanian. Jika dilakukan bukan dengan konsep pro lingkungan hidup, kegiatan pertanian ternyata dapat menyebabkan terjadinya polusi tanah. Tanah yang sebenarnya menjadi salah satu unsur pokok bagi sektor pertanian justru bisa tercemar akibat aktivitas dari pertanian itu sendiri.

Pada zaman sekarang, kegiatan pertanian tidak bisa lepas dari penggunaan unsur-unsur bahan kimia. Mulai dari pupuk untuk tanah, obat pestisida, obat untuk mematikan hama, obat untuk meningkatkan produksi tanaman, obat untuk bibit tanaman, dan lain sebagainya, biasanya mengandung bahan-bahan kimia yang justru tidak baik untuk produktivitas tanah yang digunakan untuk lahan pertanian.

Penggunaan bahan-bahan kimia yang berlebihan akan membuat tanah menjadi keras dan berkurang kesuburannya. Memang, beberapa jenis limbah pertanian bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan untuk keperluan positif lainnya. 

Namun, bagaimana pun juga, penggunaan bahan-bahan kimia untuk kegiatan pertanian tetap menimbulkan dampak yang tidak baik bagi lingkungan, termasuk tanah, air, dan udara, juga bagi hasil produksi pertanian itu sendiri yang pada nantinya menjadi konsumsi manusia.

Selain itu, penggunaan bahan-bahan kimia, terutama pestisida, yang sebenarnya bertujuan untuk membasmi hama, sebenarnya justru akan merugikan petani sendiri. Bukan hama saja yang mati karena pestisida, tanah pun akan berkurang kesuburannya jika bersinggungan terus-menerus dengan zat-zat kimia yang terkandung dalam pestisida.

Oleh karena itu, ada baiknya masyarakat petani di Indonesia mengurangi atau meniadakan penggunaan pestisida dalam melakukan kegiatan pertaniannya. Daripada memakai pestisida yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya, lebih baik menggunakan cara-cara tradisional atau memanfaatkan predator alami (dari hewan maupun tumbuhan) untuk membasmi hama.

Dengan demikian, tanah dan lingkungan pun akan selamat dari pencemaran dan tetap produktif untuk terus dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain itu, produk pertanian yang dihasilkan pun tentunya menjadi lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh manusia dan hewan ternak.

Limbah Industri

limbah-industri

Berikutnya adalah limbah industri. Limbah jenis ini merupakan polutan yang sebenarnya paling berbahaya bagi lingkungan hidup, termasuk tanah. Sama seperti limbah rumah tangga atau limbah domestik, limbah industri dapat berupa limbah cair maupun limbah padat. 

Bedanya, limbah industri biasanya dihasilkan dalam jumlah yang jauh lebih besar ketimbang limbah rumah tangga.

Limbah adalah sisa-sisa produksi yang sangat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan hidup. Sementara, industri merupakan kegiatan memproduksi sesuatu yang biasanya dilakukan dalam skala besar. 

Semakin besar usaha industri yang dilakukan, semakin besar pula limbah yang akan dihasilkan, dan ini berbanding lurus dengan potensi tercemarnya tanah oleh limbah industri.

Polutan yang berasal dari limbah industri wujudnya bermacam-macam, tergantung dari jenis barang apa yang diproduksi dalam usaha industri tersebut. Limbah industri bisa berupa limbah cair, limbah padat, maupun lumpur yang merupakan sisa-sisa dari hasil kegiatan produksi.

Indonesia menjadi salah satu negara yang masih bermasalah dalam hal pembuangan limbah industri ini. Banyak sekali usaha industri, baik di level kecil seperti industri rumahan maupun skala besar yang sudah berbentuk perusahaan, yang belum atau tidak mengerti, bahkan tidak mau mengerti, mengenai pengelolaan limbah yang baik sehingga tidak merusak lingkungan, termasuk tanah.

Limbah industri sering dibuang begitu saja dari pabrik maupun dari rumah yang juga berfungsi sebagai tempat produksi. Banyak kasus pencemaran lingkungan terkait pembuangan limbah industri ini. 

Limbah cair, misalnya, dialirkan secara sembarangan ke sungai, laut, bahkan sawah sehingga sangat berpotensi merusak lingkungan dan alam.

Begitu juga dengan limbah padat dari kegiatan industri yang tidak jarang hanya ditumpuk atau ditimbun seenaknya di atas tanah. 

Selain akan memicu terjadinya polusi tanah dan membuat lingkungan hidup menjadi tercemar, penumpukan limbah padat dari kegiatan produksi yang biasanya berjumlah sangat banyak akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan mengganggu pemukiman warga yang ada di sekitarnya.

Posting Komentar untuk " Polusi: Penyebab Polusi Tanah"