Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ekologi dan Interaksi Makhluk Hidup

Ekologi dan Interaksi Makhluk Hidup

Manusia, hewan, dan tumbuhan adalah tiga makhluk Tuhan yang paling sering “bekerjasama”. Ketiga makhluk Tuhan itu membentuk sebuah jalur bernama simbiosis mutualisme. Istilah ilmiah dari saling menguntungkan. 

Sebuah ilmu pun muncul. Ilmu yang mempelajari bagaimana hubungan timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain. ilmu tersebut dikenal dengan istilah ekologi.

Apa Itu Ekologi?

Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yakni "oikos" yang artinya habitat dan "logos" yang artinya ilmu. Ilmu ini pertama kali dikenalkan oleh Arnest Haeckel pada 1860-an.

Ketika mempelajari ekologi, makhluk hidup adalah objeknya. Makhluk hidup diposisikan sebagai satu kesatuan atau suatu sistem dengan lingkungannya.

Ekologi memiliki kesamaan dengan ekonomi. Kesamaan dua cabang ilmu yang memiliki kata ‘eko’ di depannya terletak pada kesamaan dalam melakukan transaksi. 

Jika dalam ekonomi alat transaksinya adalah uang, maka dalam ekologi alat yang digunakan untuk bertransaksi adalah materi, energi dan informasi mengenai berbagai macam makhluk hidup.

Ketika membahas ekologi, hal yang tidak pernah luput ikut dibahas adalah pembahasan mengenai ekosistem. Tentu saja, karena objek utama pembahasan ekologi adalah makhluk hidup, makhluk hidup adalah bagian dari ekosistem itu sendiri.

Ekosistem tersusun oleh dua faktor, abiotik dan biotik. Faktor abiotik adalah faktor pendukung kehidupan seperti suhu, air, kelembaban, cahaya, serta topografi, sedangkan faktor biotik dalam ekosistem adalah makhluk hidup itu sendiri, manusia, hewas, tumbuhan, dan mikroba.

Ekosistem terdiri dari kelompok-kelompok komponen yang saling berkaitan satu dan liannya. Tiap-tiap kelompok tersebut sekaligus merupakan satu kesatuan dengan kelompok lainnya.

Hubungan antara komponen-komponen makhluk itu pada akhirnya menciptakan sebuah konsep yang disebut konsep ekologi. Sebuah konsep yang menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada satu komponen makhluk hidup yang satu akan berpengaruh terhadap komponen lainnya.

Contoh yang dapat dirasakan secara nyata adalah kebakaran hutan atau rusaknya habitat dari tumbuhan makan akan berdampak pada rusaknya habitat dari hewan yang mendiami hutan tersebut.

Ekosistem pada dasarnya bisa “bekerja sendiri”. Hampir sama dengan yang terjadi ketika penyusunan suatu organisme atau populasi. Namun, manusia justru cenderung sering mengganggu proses alamiah yang dialami ekosistem.

Ekologi Sebagai Satu Kesatuan

Seperti yang telah disebutkan di atas. Ekologi tercipta karena adanya faktor saling memengaruhi antara makhluk-makhluk hidup. Ekologi mencakup, individu, populasi, komunitas dan ekosistem

Individu

Individu yang dimaksud adalah satu komponen yang terdapat pada ekosistem. Misalnya individu pohon pepaya, individu pohon pisang.

Populasi

Populasi adalah kumpulan individu yang berasal dari jenis yang sama dan berada di satu tempat serta waktu yang sama. Misalnya populasi banteng atau pohon mangga di suatu kebun. 

Kepadatan populasi di suatu wilayah memaksa alam untuk menyediakan kebutuhan. Hal itulah yang kemudian menimbulkan persaingan antara populasi.

Komunitas

Komunitas adalah populasi beraneka ragam yang berkumpul dan membentuk interaksi antara satu dan yang lain. Beberapa populasi pembentuk komunitas itu hidup di tempat yang sama.

Ekosistem

Tingkatan ekosistem lebih tinggi daripada komunitas. Ekosistem memungkinkan adanya hubungan timbal balik antara aorganisme yang terdapat di dalamnya. 

Sistem yang dihasilkan ekosistem dapat berupa apa saja asalkan di dalam sistem tersebut terdapat interaksi antara organisme yang satu dengan organisme lainnya.

Post a Comment for " Ekologi dan Interaksi Makhluk Hidup"