Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Jika Anda pergi ke daerah pedesaan yang memiliki limit waktu hidupnya listrik, atau Anda berkunjung ke suatu pabrik, tahukah Anda bahwa listrik yang mereka gunakan berbeda dengan yang digunakan masyarakat umumnya. Mereka menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel. Sehingga memiliki limit penggunaan listriknya.

Artikel ini akan mengupas tentang cara kerja pembangkit listrik tenaga diesel dan apa keuntungan menggunakannya. Penulis juga akan mengupas segala hal yang berhubungan dengan pembangkit listrik tenaga diesel.

Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Pembangkit listrik tenaga diesel adalah salah satu pembangkit listrik yang pengoperasiannya menggunakan mesin diesel sebagai prime mover. Yaitu, sejenis peralatan yang kegunaannya untuk menghasilkan energi mekanis yang dibutuhkan dalam pemutaran rotor generator.

Bila Anda search di google seperti apa pembangkit listrik tenaga diesel, maka Anda bakal menemukan gambar yang menunjukkan bagian-bagian dari pemangkit listrik tenaga diesel. 

Tak salah rasanya, bila penulis pun menjabarkan apa saja bagian-bagian tersebut, yaitu:

  • Tangki tempat penyimpanan bahan bakar
  • Penyaringan bahan bakar
  • Tangki tempat menyimpan bahan bakar sementara atau bahan bakar yang telah disaring
  • Pengabut
  • Mesin diesel
  • Turbo charger
  • Penyaringan untuk gas pembuangan
  • Tempat pembuangan gas
  • Generator
  • Trafo
  • Saluran transmisi.

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Setelah mengenal bagian-bagian yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga diesel, penulis akan menjelaskan cara kerja pembangkit listrik tenaga diesel. Yaitu:

Bahan bakar yang terdapat di tangki penyimpanan dipompa ke dalam tangki penyimpanan sementara. Akan tetapi, sebelum dipompa, bahan bakar mesti disaring dahulu. Setelah itu, simpalah dalam tangky penyimpanan.

Jika bahan bakarnya adalah bahan bakar minyak, maka bahan bakar yang dari tangki penyimpanan dipompakan ke pengabut atau yang sering juga disebut dengan nozzle. Pada saat ini, temperatur bahan bakar dinaikkan hingga menjadi kabut. 

Namun jika bahan bakarnya yaitu bahan bakar gas, maka tangki penyimpanan dipompakan kepada pengatur tekanan gas atau yang sering disebut dengan conversion kit. Tujuannya, agar diatur tekanannya.

Gunakanlah kompresor udah bersih yang dimasukkan ke tangki udara start. Proses pemasukannya dilakukan melalui saluran masuk atau yang biasa disebut dengan intake manifold, baru dialirkan pada turbocharger. 

Di sinilah, tekanan dan temperatur udara dinaikkan terlebih dahulu. Umumnya, udara yang dialirkan kira-kira 500 psi dengan suhu kurang lebih 600°C.

Baru setelah itu, udara yang memiliki tekanan dan temperatur tinggi mulai dimasukkan ke dalam combustion chamber atau yang sering juga disebut dengan ruang bakar.

Barulah setelah itu, bahan bakar yang bersumber dari convertion kit ataupun nozzle diinjeksikan ke dalam combustion chamber.

Penyelaan dalam mesin diesel akan terjadi dengan sendirinya. Sebab proses kerjanya bersumber dari udara murni yang difungsikan di dalam silinder dengan tekanan yang berkisar antara 35-50 atam. Ini sudah termasuk tekanan besar. 

Saat inilah temperatur yang terdapat di dalam slinder menjadi nail. Saat ini juga bahan bakar kemudian disemprotkan ke dalam silinder yang memiliki temperatur dan tekanan yang tinggi, bahkan melewati titik nyala bahan bakar. Inilah yang menyebabkan terjadinya penyalaan secara otomatis yang juga mengakibatkan ledakan bahan bakar.

Ledekan bahan bakar tersebut membuat piston menjadi bergerak, sehingga pada poros engkol terjadi perubahan menjadi energi mekanis. Tekanan gas yang merupakan hasil dari pembakaran bahan bakar dan udara akan mendorong piston yang dikaitkan dengan poros engkol melalui batang piston. 

Di sinilah posisi piston dapat digerakkan secara bolak balik. Selanjutnya gerak bolak balik tersebut diubah menjadi gerak rotasi melalui poros engkol. Demikian pula sebaliknya, gerak rotasi poros engkol mengalami perubahan menjadi gerak bolak balik piston dalam langkah kompresi.

Penggunaan poros engkol mesin diesel hanya digunakan sebagai penggerak poros rotor generator. Dari generatorlah energi mekanis diubah menajdi energi listrik. Inilah awal mulanya terjadi gaya gerak listrik. 

Gaya gerak listrik terbentuk berdasarkan hukum faraday, yaitu jika suatu penghantar berada pada satu medan magnet yang terus berubah dan daya penghantar memotong garis-garis magnet maka gerakan dari penghantar tersebut diinduksikan dengan daya listrik.

Tegangan yang diperoleh dari generator dinaikkan dengan menggunakan trafo step up. Tujuannya, agar listrik yang diperoleh sampai ke beban. Trafo dalam hal ini bekerja dengan menggunakan hukum ampere dan hukum faraday. 

Kolaborasi kedua hukum tersebut menyebabkan arus listrik menimbulkan medan magnet dan demikian pula sebaliknya.

Jika pada salah satu sisi kumparan yang terdapat di trafo dialiri oleh arus bolak-balik, otomatis akan timbul garis gaya magnet yang berubah-ubah pada kumparan hingga terjadinya induksi.

Inilah gambaran sederhana tentang cara kerja pembangkit listrik tenaga diesel. Cukup sulit Anda memahaminya jika tidak melihat langsung prosesnya atau bertanya langsung kepada ahlinya.

Plus-Minus Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Bila diperhatikan, pembangkit listrik tenaga diesel ini bisa menguntung dan bisa merugikan. Sisi menguntungkannya dapat dilihat dari pemakaiannya dapat berlangsung terus menerus selama masih ada bahan bakarnya. 

Ia berbeda dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kehandalannya cukup tinggi karena ia tidak tergantung pada alam. Sedangkan PLTA sangat tergantung sekali dengan alam.

Setiap yang memiliki sisi kelebihan pasti memiliki sisi kelemahan atau kekurangan. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ini memiliki kelemahan pada besarnya anggaran atau biaya yang digunakan. 

Pasalnya, ia menggunakan bahan bakar. Apalagi jika bahan bakar minyak dunia naik, maka otomatis ongkos pengadaannya juga besar. Makanya. PLTD hanya disarankan dipakai konsumen dalam kondisi beban puncak. Inilah yang dialami pabrik-pabrik selama ini.

Bila bicara investasi awal pembangunan PLTD memang murah, maka di daerah-daerah banyak dibangun PLTD oleh pemerintah. Bagi pemerintah, PLTD berperan sebagai base supply untuk memenuhi kebutuhan daerah-daerah yang membutuhkan listrik. Pasalnya, ini bisa mengurangi anggaran dan kerugian jika mengalirkan listrik dari kota ke desa.

Meski demikian, PLTD ini tak bisa bertahan semakin lama lagi. Pasalnya persediaan minyak sebagai bahan bakar mulai menipis. Jika minyak sudah menipis, maka otomatis ongkos pembiayaan untuk PLTD ini pun menjadi meningkat. Bukan saja dari minyak, dari sisi pengangkutan minyaknya sendiri juga besar.

Makanya tak mengherankan bila pemerintah menjualnya, karena mengalami kerugian yang besar. PLN menjadi bagian penentu dalam penjualannya. Pasalnya, ketidakmampuan mendanainya. Bila proses kerja PLTD seperti yang dijelaskan di atas, maka wajar sekali bila PLN mengalami kerugian.

Namun terkadang, banyak masyarakat yang kurang memahaminya. PLN yang ahli dalam hal ini memahami kebutuhan minyak yang banyak dengan ongkos yang mahal tentu tak bisa mendanai PLTD. 

Makanya, mau tidak mau harus menjualnya. Bukan maksudnya menjual aset, tapi kerena ketidakmampuan untuk menghidupkan PLTD.

Dari sinilah, sebagai masyarakat kita memahami bahwa pekerjaan menghidupkan PLTD bukanlah membutuhkan dana yang sedikit. Apalagi, jika bahan bakarnya adalah minyak. 

Oleh karena itu, mestinya kita mendukung pemerintah yang terpaksa menjualnya. Semoga informasi mengenai cara kerja pembangkit listrik tenaga diesel bermanfaat.

Posting Komentar untuk " Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel"