Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal 8 Arah Mata Angin dan Derajatnya

Mengenal 8 Arah Mata Angin dan Derajatnya

Mengenal 8 arah mata angin dan derajatnya menjadi salah satu hal yang harus dipahami anggota pramuka tingkat Siaga Tata.

Namun tidak berarti masyarakat umum tidak perlu mempelajari arah mata angin tersebut, sebab mata angin merupakan panduan dalam menentukan arah dan digunakan secara umum dalam dunia navigasi, peta dan kompas. 

Pelaut, nelayan, pilot, nahkoda, petugas Air Traffic Controller, pecinta alam, dan pembuat denah atau peta adalah orang-orang yang paling sering bersinggungan dengan mata angin.

Mengenal mata angin bermanfaat terutama jika dalam perjalanan seseorang tersesat dan terpaksa harus membaca kompas atau bertanya dan mendapat jawaban harus menuju arah tertentu agar selamat sampai tujuan. 

Secara garis besar, arah mata angin dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu arah mata angin primer yang terdiri atas Utara, Selatan, Barat, dan Timur. Arah mata angin sekunder yang terdiri atas empat mata angin primer tersebut ditambah Barat daya, Barat Laut, Timur Laut, dan Tenggara sehingga berjumlah total delapan mata angin.

Arah mata angin tersier terdiri atas mata angin primer ditambah mata angin sekunder. Selain itu, dilengkapi dengan Utara Timur Laut, Timur Timur Laut, Timur Menenggara, Selatan Menenggara, Selatan Barat Daya, Barat Barat Daya, Barat Barat Laut, dan Utara Barat Laut, sehingga total mata angin tersier adalah enam belas mata angin

Mata Angin dan Derajatnya

Pengenalan mata angin dijelaskan dalam mata pelajaran Geografi atau Ilmu Pengetahuan Sosial. Di tingkat sekolah lanjutan khusus, biasanya diajarkan dalam teori dasar Ilmu Pelayaran Datar. 

Sejarah kapan mulai ditetapkannya mata angin secara internasional memang tidak diketahui secara pasti, namun tolok ukur arah utara dan selatan adalah kutub utara dan selatan

Arah mata angin dalam bahasa Inggris disebut sebagai cardinal points atau cardinal directions. Disepakati bahwa mata angin yang terletak di antara utara dan timur adalah Timur Laut (North East), di antara Timur dan Selatan disebut mata angin Tenggara (South East), di antara Selatan dan barat adalah mata angin Barat Daya (South West), serta di antara Barat dan Utara disebut sebagai mata angin Barat Laut (North West).

Secara internasional, masyarakat umum mengenal pembagian delapan arah mata angin dan derajatnya sebagai berikut:

  • U - Utara atau N – North = 000° (nol derajat)
  • TL- Timur Laut atau NE – North East = 045° (empat puluh lima derajat)
  • T- Timur atau E – East = 090° (Sembilan puluh derajat)
  • TGG - Tenggara atau  SE – South East = 135° (seratus tiga puluh lima derajat)
  • S - Selatan atau S – South = 180° (seratus delapan puluh derajat)
  • BD – Barat daya atau SW – Southwest = 225° (dua ratus dua puluh lima derajat)
  • B - Barat atau W - West= 270° (dua ratus tujuh puluh ribu derajat)
  • BL - Barat Laut atau NW – North West = 315° (tiga ratus lima belas derajat)
  • Hingga kemudian kembali lagi ke arah utara sehingga menjadi 360 derajat.

Jika mata angin tersier dipecah berdasarkan derajatnya, pembagiannya adalah sebagai berikut. 8 arah mata angin dan derajatnya seperti telah dijelaskan sebelumnya serta ditambah dengan pembagian berikut:

  • Utara Timur laut (UTL) atau North Northeast (NNE) yang terletak di antara Utara dan Timur Laut = 22,5º.
  • Timur Timur Laut (TTL) atau East Northeast (ENE) yang terletak di antara Timur Laut dan Timur = 67.5º.
  • Timur Menenggara (TM) atau East Southeast (ESE) yang terletak di antara Timur dan Tenggara = 112.5º.
  • Selatan Menenggara (SM) atau South Southeast (SSE) yang terletak di antara Tenggara dan Selatan = 157.5º.
  • Selatan Barat Daya (SBD) atau South Southwest (SSW) yang terletak di antara Selatan dan Barat Daya = 202.5º.
  • Barat Barat Daya (BBD) atau West Southwest (WSW) yang terletak di antara Barat Daya dan Barat = 247.5º.
  • Barat Barat Laut (BBL) atau West Northwest (WNW) yang terletak di antara Barat dan Barat Laut = 292.5º.
  • Utara Barat Laut (UBL) atau Nort Northwest (NNW) yang terletak di antara Barat laut dan utara = 337.5º.

Cara Membaca Mata Angin Menggunakan Kompas

kompas

Membaca kompas tidak wajib bagi masyarakat umum. Namun belajar membaca mata angin dengan bantuan kompas akan menambah pengetahuan dan merupakan nilai lebih untuk meningkatkan wawasan dan sebagai tindakan preventif jika sewaktu-waktu diperlukan.

Menentukan arah mata angin dengan kompas akan lebih mudah jika mengenali bagian-bagian kompas. Bagian-bagian terpenting kompas adalah visir (berupa benang halus dengan arah vertikal dan berfungsi sebagai alat bidik objek yang hendak diketahui arahnya).

Bagian tutup dial (berbentuk garis bersudut 45º untuk memudahkan mengetahui arah mata angin lain setelah salah satu arah mata angin diketahui), gantungan kompas (berfungsi sebagai pengait ketika kompas tidak sedang digunakan atau sebagai tempat tumpuan ibu jari ketika sedang membidik obyek), dan kaca pembesar (untuk melihat detail angka yang menunjukkan derajat pada dial).

Menentukan arah mata angin melalui kompas dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan meletakkan kompas di atas bidang datar, tunggu hingga jarum kompas stabil, dan tidak bergerak-gerak. Ketika jarum kompas berada dalam keadaan diam, ujung jarumnya akan menunjukkan arah utara, yaitu pada sudut 0º atau 360º.

Jika kita ingin mengetahui arah lainnya, dapat dilakukan dengan cara memperhatikan tempat huruf dan angka yang menunjukkan derajat sebagai penunjuk arah. 

Misalnya jika ingin menuju arah Selatan Barat Daya, yang perlu diperhatikan adalah letak angka 202.5º berada atau garis yang menjadi wakil angka tersebut. 

Jika ingin mengetahui di mana suatu obyek atau di arah mana kita berada, maka tinggal memperhatikan angka atau garis yang mewakili angka yang sejajar dengan objek atau diri kita.

Cara kedua adalah dengan menggunakan kompas bidik. Disebut kompas bidik karena cara menggunakan alat ini adalah dengan membidik sasaran melalui visir lewat celah pada kaca pembesar setelah kompas dikondisikan pada keadaan datar dan tenang. 

Kemudian miringkan kaca pembesar hingga mencapai sudut sekitar 50º menggunakan kaca dial. Perhatikan angka dan garis yang menunjukkan derajat pada dial.

Menentukan 8 arah mata angin dan derajatnya hanya dapat dilakukan dengan bantuan kompas. Namun untuk mengetahui arah mata angin tanpa derajat angka, dapat dilakukan dengan beberapa cara konvensional. 

Misalnya dengan memperhatikan posisi matahari terbit dan tenggelam yang menunjukkan arah barat dan timur.

Selain itu, bisa juga dengan memandang rasi bintang tertentu yang sejak zaman dahulu digunakan sebagai penunjuk arah (contohnya rasi bintang waluku berada pada langit sebelah utara). 

Bisa juga menggunakan bantuan silet yang diapungkan di atas permukaan air dan sebelumnya telah digosokkan pada kain kering atau styrofoam sehingga bermuatan listrik (ujung silet selalu mengarah ke utara dan selatan karena adanya medan magnet alami dari kutub utara dan selatan). 

Lalu, bisa juga memperkirakan arah utara dengan bantuan menarik garis tegak lurus dari dua titik bayangan dari sebuah tongkat yang ditancapkan.

Posting Komentar untuk " Mengenal 8 Arah Mata Angin dan Derajatnya"