Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbagai Jenis Burung Asli Indonesia

 

Berbagai Jenis Burung Asli Indonesia

Apa sajakah burung asli Indonesia? Indonesia memang kaya akan seni dan budaya namun Indonesia juga terkenal dengan kekayaan flora dan faunanya. Banyak sekali tumbuhan yang hanya ada di Indonesia. Begitu juga dengan faunanya.

Sayangnya, banyak sekali hal yang mengancam keberadaan fauna dan flora di Indonesia. Banyak fauna yang terancam punah karena perburuan dan perubahan alam.

Salah satu kekayaan fauna yang patut untuk dibanggakan oleh orang Indonesia adalah berbagai jenis burung asli Indonesia. Banyak sekali jenis burung yang sangat khas dan menjadi kekayaan yang tidak ternilai harganya.

Hewan ini merupakan anggota dari kelompok hewan bertulang belakang atau yang sering disebut sebagai vertebrata. Hewan ini memiliki sayap untuk membantu terbang dan juga memiliki bulu. 

Banyak sekali jenis dari hewan ini. Mulai dari jenis yang kecil dan mungil seperti burung kolibri hingga yang ukurannya sangat besar, misalnya burung unta.

Jenis burung unta ini bahkan besarnya lebih dari ukuran manusia. Saat ini, di dunia ada lebih dari 10.000 spesies burung. Dan tahukah Anda bahwa 1500 spesies tersebut terdapat di Indonesia? Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat kaya akan spesies hewan yang bisa terbang ini.

Lalu, apa sajakah yang masuk dalam fauna burung asli Indonesia? Berikut ini ada 10 jenis burung yang merupakan kekayaan dari Indonesia, antara lain:

1. Celepuk Siau

burung-celepuk-siau

Burung Celepuk Siau adalah spesies burung hantu jenis Stringidae. Spesies ini banyak ditemukan di daerah Pulau Siau, Sulawesi Utara. Nama ilmiahnya adalah Otus Siaoensis.

2. Jalak Bali

burung-jalak-bali

Burung Jalak Bali mempunyai tubuh yang khas. Warna bulu di badannya berwarna putih bersih dengan panjang sekitar 25 cm. Burung ini sering disebut dengan Curik Bali dan masuk dalam kategori burung berukuran sedang. 

Jalak Bali sangat senang berkicau dan biasanya hanya bisa ditemukan di daerah Pulau Bali bagian barat. Oleh karena itu, saat ini Jalak Bali mulai ditangkarkan di kebun binatang Bali.

3. Nuri Sayap Hitam

burung-nuri-sayap-hitam

Burung Nuri Sayap Hitam menjadi koleksi selanjutnya, burung asli dari Indonesia. Nuri Sayap Hitam masuk dalam kategori hewan terbang berukuran sedang, yaitu sekitar 30 cm dan datang dari suku Psittacidae. 

Biasanya, nuri ini hanya ditemukan di sekitar pesisir Pulau Biak dan sekitar Teluk Cendrawasih Papua. Nuri Sayap Hitam senang tinggal di perkebunan kelapa.

4. Kakak Tua Raja

butung-kakak-tua-raja
credit:[email protected]_d_arifin

Jenis burung ini biasanya akan tinggal di daerah yang tingginya sekitar 0-1520 m di atas permukaan laut. Biasanya, burung ini akan hidup berkelompok dan biasanya akan hidup dengan usia yang sangat panjang. Bahkan, pernah ditemukan burung kakak tua dengan usia 60 tahun lebih.

Kakak tua akan tinggal di hutan primer atau sekunder dan juga bisa tinggal di tepi hutan. Kakak tua ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara dan beberapa hutan yang mempunyai kawasan bersemak, serta yang pohonnya jarang. Kakak tua ini juga banyak ditemukan di Lombok, Sumbawa, serta Sulawesi.

5. Burung Cendrawasih

burung-cendrawasih

Cendrawasih adalah anggota dari kelas Paradisaeidae. Jenis ini banyak ditemukan di Indonesia bagian timur. Ukuran dari burung ini bermacam-macam, mulai dari yang hanya 50 gram dengan tinggi 15 cm sampai dengan yang tingginya 110 cm. Cendrawasih Manukod mempunyai berat 430 gram. Burung ini sangat cantik dan biasanya tinggal di daerah hutan.

6. Elang Flores

elang-flores
credit:[email protected]_.adit

Elang Flores menjadi burung asli Indonesia selanjutnya yang juga termasuk jenis raptor atau burung pemangsa. Ciri-ciri dari Elang Flores adalah mempunyai ukuran yang sedang dan saat dewasa bisa mempunyai ukuran lebih dari 55 cm.

Pada kepalanya akan ditemukan bulu berwarna putih dan banyak juga yang mempunyai garis berwarna coklat. Burung ini banyak ditemukan di daerah Nusa Tenggara, Pulau Flores, Lombok, Rinca, Pulau Komodo, Sumbawa, dan Paloe.

7. Trulek Jawa

burung-trulek-jawa

Burung Trulek Jawa yang sangat indah ini merupakan burung khas dari Indonesia yang ketujuh. Burung ini termasuk salah satu burung yang langka dan hanya ada di Jawa. 

Ciri-cirinya berukuran sedang atau sekitar 28 cm saja. Warna bulunya ada yang coklat dan ada juga yang keabuan dengan warna kepala hitam. Trulek Jawa akan bisa ditemukan di daerah hutan Sawangan, Petungkriyono, Pekalongan.

8. Gosong Sula

Burung Gosong Sula merupakan spesies yang hanya ditemukan di Indonesia. Habitat burung ini ada di hutan tropis dan subtropikal. Selain itu, banyak juga ditemukan di area tropis, hutan dataran rendah, hutan mangrove dan juga dataran dengan iklim subtropis serta tropis.

9. Burung Sempidan

Burung Sempidan berasal dari Kalimantan dan hanya ada di daerah Taman Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan Timur. Jenis ini tidak ada di daerah lain dan biasanya hanya ada di wilayah hutan di pegunungan tropis yang ada di dataran tinggi.

Jika ada di dataran rendah, maka burung ini hanya akan ditemukan di daerah dengan ketinggian 300 meter atau 980 kaki saja. Makanan dari burung ini adalah serangga, cacing, dan juga buah-buahan segar. 

10. Mambruk Ubiaat

burung-mambruk-ubiaat

Burung yang terakhir menjadi jenis spesies asli Indonesia ini adalah Mambruk Ubiaat. Ini adalah jenis burung yang hanya ada di Papua. Banyak jenis dari burung ini dan tersebar di beberapa pulau di Papua. Makanan dari jenis ini adalah buah-buahan serta biji-bijian.

Kekhasan dari burung ini adalah memiliki ukuran tubuh yang cukup besar dengan warna yang agak kebiru-biruan. Ada mahkota diatas kepalanya serta ada warna gelap melingkar di sekitar matanya. Jantan dan betinanya memiliki tubuh dan ukuran yang hampir sama.  

Kesepuluh burung asli Indonesia tersebut memang memperkaya jenis fauna di Indonesia. Namun, sayangnya ke semua jenis burung di atas saat ini telah masuk dalam daftar fauna yang terancam punah karena sudah jarang ditemukan lagi. 

Jika terlalu lama dibiarkan dalam keadaan seperti sekarang ini, bisa dipastikan kita tidak akan pernah melihat koleksi burung cantik tersebut lagi.

Pemerintah harus tegas dan berupaya untuk menangkarkan beberapa jenis burung tersebut agar tetap bisa berkembang biak dan tidak punah. Upaya pelestarian harus segera dilakukan. Banyak cara yang bisa dilakukan. Pelestarian burung di Indonesia bisa dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian tempat atau habitat hidup aslinya.

Sekarang ini, banyak spesies yang menghilang karena kehilangan habitatnya akibat penjarahan hutan dan juga pengalihfungsian hutan menjadi perumahan. Oleh karena itu, burung-burung tersebut tidak dapat lagi tinggal dan akhirnya punah.

Pemerintah juga harus tegas untuk menindak semua perburuan liar terhadap hewan-hewan yang dilindungi oleh negara. Sekarang ini, banyak sekali kasus penjualan hewan-hewan langka ke luar negeri. Dengan adanya banyak kasus seperti itu, kita mempertanyakan ketegasan perlindungan satwa langka di Indonesia.

Saat ini, burung-burung seperti merpati hutan juga sudah sangat jarang ditemukan lagi karena ekosistem yang berbeda. 

Sebaiknya, kebijakan ekonomi pembangunan, terutama membuat pemukiman atau kawasan industri di daerah hutan harus segera dikurangi atau bukan hanya burung yang akan punah, berbagai jenis fauna lainnya juga akan enyah dari Indonesia.

Itulah ulasan singkat terkait dengan Berbagai Jenis Burung Asli Indonesia. Semoga ulasan di atas berguna dan bermanfaat untuk Anda.

Posting Komentar untuk "Berbagai Jenis Burung Asli Indonesia"