Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anatomi Fisiologi Sistem Perkemihan Manusia

Anatomi Fisiologi Sistem Perkemihan Manusia

Tahukah Anda mengenai Anatomi Fisiologi Sistem Perkemihan? Manusia merupakan makhluk Tuhan yang terdiri dari bentuk, sistem tubuh, dan segala macam indera yang komplek untuk menunjang kehidupannya di dunia. Kompleksitas tubuh manusia merupakan sesuatu yang menarik untuk dikaji dan dipelajari. 

Selain berguna sebagai pengetahuan manusia terhadap dirinya sendiri, dengan mempelajari sistem pada tubuh manusia akan dapat memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa dikembangkan dalam ilmu pengetahuan. Salah satu kajian tersebut adalah pengetahuan mengenai anatomi fisiologi sistem perkemihan.

Sebagai makhluk yang nyaris sempurna, manusia merupakan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel. Sistem kerja setiap sel berjalan dengan suatu struktur yang terpola, yang membentuk tatanan setiap organ-organ dalam menopang keberlangsungan hidup manusia.

Sebagai suatu sistem, manusia dibekali 5 panca indera yang melakukan tugasnya masing-masing. Seperti indra pendengaran yaitu telinga yang bekerja untuk mengetahui bunyi suara yang kemudian diproyeksikan di dalam otak yang akan memberikan respon ke seluruh tubuh. 

Tentu menjadi hal penting bagi manusia untuk mencari tahu bagaimana sistem-sistem dalam tubuh tersebut bisa berjalan, serta mengetahui secara detail mengenai bagian-bagian apa yang menyusun tubuh manusia itu sendiri.

Anatomi fisiologi sistem perkemihan merupakan salah satu bahasan yang mengkaji tentang struktur serta sistem dalam tubuh manusia yang bertugas untuk melakukan penyaringan darah. Sistem ini akan mencari dan menyerap zat-zat yang masih berguna bagi tubuh manusia, dan membuang zat-zat yang tidak berguna lagi dalam tubuh seseorang. 

Air kencing atau urin merupakan zat-zat yang tidak digunakan lagi dalam tubuh manusia dan akhir dikeluarkan melalui sistem pembuangan.

Manusia telah sejak lama menyadari bahwa, tubuh yang terdiri dari struktur-struktur dan sistemnya tersebut harus mampu dijalankan dengan seimbang. 

Keseimbangan akan membentuk pola kerja masing-masing organ menjadi maksimal sehingga didapat kualitas hidup yang lebih baik. 

Salah satu keseimbangan itu adalah dengan menyeimbangkan fungsi organ-organ agar tetap normal, sehingga mampu memelihara keasaman dalam tubuh, serta pemeliharaan konsentrasi garam dan cairan elektrolit lainnya.

Manusia sebagai sebuah sistem ketahanan dan mekanisme yang mengatur lingkungan agar tetap dinamis menyadari betul bahwa, di dalam tubuhnya terdapat bagian-bagian penting, semisal, sistem urin, yang bekerja setiap waktu untuk menghasilkan keseimbangan air serta keseimbangan elektrolit tertentu. 

Proses ini pada akhirnya membuang produk tak berguna dalam tubuh manusia. Sistem urin juga menjamin terlaksananya dengan baik prose penting dalam mengatur tekanan darah seseorang.

Secara singkat, dalam tubuh manusia yang mengalami sistem perkemihan, proses utama ada pada bagian organ ginjal. Ginjal akan memproses penyaringan darah dalam tubuh manusia. 

Memproses kandungan-kandungan dalam darah, baik yang merupakan zat yang masih bisa dimanfaatkan oleh tubuh maupun limbah yang digerakkan menuju kandung kemih, memproses dan menyimpannya sementara, sebelum dikeluarkan melalui saluran kencing, sehingga prose ini  akan memberikan dampak pada tubuh manusia yang terkontaminasi oleh zat yang tidak baik, menjadi bersih alami.

Bukan hanya memberikan efek yang baik bagi organ-organ tubuh bagian dalam. Sistem perkemihan juga membuat manusia terbebas dari muatan cairan berlebih yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh, mengeluarkan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh, dan tentu saja memberikan kemudahan bagi manusia untuk melakukan pencernaan.

Lebih jauh kita akan membahas sistem perkemihan yang terjadi dalam tubuh  manusia beserta anatomi struktur, serta penjelasan mengenai fisiologi yang berlangsung setiap hari.

Anatomi Dalam Sistem Perkemihan

anatomi-saluran-kemih
credit:instagram2rumah_herbal_mahkotadewa

Sistem perkemihan dalam tubuh manusia tersusun atas beberapa unsur yakni Ginjal sebagai organ pemroses yang paling utama, Kandung kemih atau dalam bahasanya disebut Vesica Urinaria, Meatus Urinarius, Ureter, serta Uretra.

Untuk lebih jelasnya, simaklah pemaparan urutan sistem perkemihan dalam tubuh manusia berikut ini:

Sistem Perkemihan-Ginjal

Organ yang satu merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Seorang manusia yang mengalami gagal ginjal, akan mendapat kesusahan sepanjang hidup, dengan perawatan medis yang berlangsung cukup lama, bahkan tak jarang berakhir dengan kematian.

Jika kita pernah masuk dalam kelas-kelas biologi, tentu kita tidak asing dengan bentuk ginjal. Ginjal mempunyai bentuk seperti kacang dan merupakan organ yang terdapat dalam tubuh manusia yang kerjanya secara berpasangan.

Dalam tubuh manusia, ginjal dapat kita temukan letaknya di kedua sisi kolumna vertebralis. Jika kita amati baik-baik, pada ginjal yang terletak di bagian kanan letaknya lebih rendah daripada ginjal kiri. Kondisi ini disebabkan oleh letak ginjal kiri yang agak tertekan ke arah bawah oleh hati.

Ginjal pada orang dewasa memiliki panjang yang mencapai 13 cm, yang masing-masing kutubnya terletak di kosta 12 yang merupakan tempat kutub atas ginjal kanan dan kosta 11 yang merupakan kutub atas ginjal kiri. Ginjal memiliki berat mencapai 150 gram dengan lebarnya yang mencapai 6 cm.

Suatu kapsula yang tipis dan berwarna mengkilap yang meliputi bagian ginjal terbagi menjadi 2 bagian, yakni korteks yang terletak di bagian eksternal dan Medula yang terletak di bagian internal.

Berdasarkan permukaan anterior yang dimiliki oleh ginjal, strukturnya dapat dibagi ke dalam: bagian arteri renalis dan vena renalis, saraf pembuluh getah bening yang keluar dan masuk lewat hilus dan ureter. 

Melalui arteri renalis, darah akan dialirkan kedalam ginjal. Sedangkan vena renalis akan mengeluarkan darah dalam ginjal yang selanjutnya akan membawa kembali darah tersebut ke dalam vena kava inferior. 

Jika kita teliti lebih lanjut, lewat potongan longitudinal nya, ginjal memiliki struktur sebagai berikut: nefron (bagian yang terdiri dari tubulus dan glomerulus), kapsula, korteks, dan piramid medula, kalik yang terdiri dari minor serta mayor, ureter, dan terakhir adalah pelvis ginjal.

Sistem Perkemihan-Ureter

Ureter adalah pipa yang berbentuk panjang dengan masing-masing berukuran 10 hingga 12 inci, mempunyai dinding yang sebagian besarnya terdiri atas otot polos. Ureter pada hakikatnya berfungsi sebagai penghubung setiap ginjal dengan kandung kemih. Pipa-pipa tersebut akan menyalurkan urine untuk masuk ke dalam kandung kemih.

Sistem Perkemihan-Vesica Urinara (kandung kemih)

Vesica urinara atau disebut juga kandung kemih merupakan kantung yang berotot. Kandung kemih sebagian besar memiliki dinding-dinding yang terdiri dari otot polos. Otot polos dalam kandung kemih ini dinamakan muskulus detrusor. Muskulus detrusor bisa melakukan pengembangan dan pengempisan bentuk. Muskulus detrusor letaknya di belakang simfisis pubis.

Pada seseorang kencing, kontraksi otot kandung kemih akan terjadi yang menyebabkan cairan dalam kandung kemih menjadi kosong. Dengan begitu, cairan yang sementara disimpan dalam kandung kemih akan habis.

Sistem Perkemihan-Uretra

Saluran kecil yang mengembang ini disebut dengan uretra. Panjang uretra pada wanita dan pria berbeda. Pada laki-laki, uretra memiliki panjang 8 inci, sedangkan pada wanita, uretra hanya memiliki panjang 1,5 inci.

Sistem Perkemihan- Meatus urinarius

Meatus urinarius disebut juga dengan sebutan Muara Uretra

Fisiologi Sistem Perkemihan pada Manusia

Bagian arteri renalis dan vena renalis, saraf pembuluh getah bening yang keluar dan masuk lewat hilus dan ureter. Melalui arteri renalis, darah akan dialirkan kedalam ginjal. Sedangkan vena renalis akan mengeluarkan darah dalam ginjal yang selanjutnya akan membawa kembali darah tersebut ke dalam vena kava inferior. 

Di nefron, urine akan dibentuk. Prose awalnya terjadi ketika ketika darah mengalir lewat glomerulus. Pada proses ini, tepat ketika darah mengalir, akan terjadi penyaringan. Penyaringan yang dilakukan akan menghentikan protein, sel darah merah dan putih, trombosit dan membiarkan Air, elektrolit dan molekul kecil.

Cairan yang masuk akan disaring oleh dinding jonjot-jonjot kapiler glomerulus untuk kemudian masuk menuju tubulus. Cairan yang telah mengalami penyaringan ini disebut ?filtrat?. Sementara itu, pada bagian tubulus, beberapa substansi diabsorpsi ulang untuk masuk ke dalam darah secara selektif, sebagian lagi disekresikan dari darah menuju filtrate yang memang mengalir di sepanjang tubulus. 

Filtrat atau cairan hasil saringan ini akan mengalami proses pemekatan dalam tubulus distal dan duktus pengumpul, hingga kemudian menjadi air seni. Air seni ini yang akan menuju pelvis ginjal. Setelah itu, air seni yang terbentuk akibat proses ini, diangkut dari ginjal. 

Pengangkutan ini membuat air seni harus melalui ureter terlebih dahulu sampai akhirnya mencapai kandung kemih. Ketika urinasi, kandung kemih mengalami kontraksi, air seni pun akan diekskresikan melalui uretra. 

Demikianlah Anatomi fisiologi sistem perkemihan pada manusia yang telah diuraikan panjang lebar dalam artikel sederhana ini. Mudah-mudahan bermanfaat.

Post a Comment for " Anatomi Fisiologi Sistem Perkemihan Manusia"