Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Galaksi Bima Sakti

 

Mengenal Galaksi Bima Sakti

Planet kita tersayang ini berada di Galaksi Bima Sakti. Nama ini diambil dari figur pewayangan yang berkulit hitam, yakni Bima. Mengapa Bima? Rupanya orang Jawa Kuno dulu menyaksikan formasi bintang-bintang di angkasa seperti gambar Bima yang dililit ular naga.

Lho kok bintang-bintang, bukan formasi planet donk? Tenang, dalam formasi bintang itu, satu diantaranya ialah matahari sebagai pusat dari tata surya . Maka, sebetulnya bumi berada di dalam formasi tata surya yang disebut sisi dari Galaksi Bima Sakti.

Galaksi Bima Sakti terlihat seperti pita karena susunannya berupa cakram bila disaksikan dari dalam. Bukti jika pita sinar yang kabur itu terdiri dari bintang-bintang sudah ditunjukkan oleh Galileo Galilei pada 1610 memakai teleskopnya. Pada 1920, seorang astronomer yang lakukan penilaian memperlihatkan jika galaksi ini hanya satu dari banyak sekali galaksi.

Pada sisi tengah galaksi ini ada sumber radio yang tinggi sekali namanya Sagitarius A* yang disebut lubang hitam supermasif. Galaksi ini berotasi tiap 15 sampai 50 juta tahun sekali. Seluruhnya galaksi bergerak dalam kecepatan 552 sampai 630 km per detik, bergantung frame relatif sebagai referensi.

Diprediksi umur galaksi ini adalah 13,2 milyar tahun, nyaris setua semesta alam ini. Galaksi itu dikitari oleh galaksi-galaksi yang lebih kecil. Galaksi ini sebagai sisi dari barisan lokal galaksi-galaksi yang membuat sub elemen dari Supercluster Virgo. Pusat Galaksi ini terhampar pada arah bentuk Sagitarius, oleh karena itu galaksi ini yang paling jelas.

Ukuran dan Formasi Galaksi Bima Sakti

Galaksi Bima Sakti ini sebagai galaksi spiral yang besar dengan garis tengah sekitaran 100 ribu sampai 120 ribu tahun sinar yang terbagi dalam 200 sampai 400 milyar bintang-bintang. Pada galaksi ini, diprediksi ada 10 milyar planet yang mengorbit pada wilayah di sekitar bintang sebagai pusatnya.

Tata surya sendiri ada dalam cakram ini, sekitaran dua pertiga dari pusat Galaksi. Pusat galaksi ini berada pada bagian dalam fokus gas dan debu yang disebutkan lengan Orion-Cygnus yang berupa spiral.

Sebagai tutorial rasio fisik relatif Galaksi Bima Sakti ini, bila dikurangkan sampai garis tengahnya jadi 100 mtr., karena itu mekanisme tata surya kita ini mempunyai lebar tidak lebih dari 1 mili mtr.. Seperti sebutir pasir pada lapangan olah raga. Dan bintang paling dekat, yakni Proxima Centauri mempunyai jarak sekitaran 4.2 milimeter.

Jumlah bintang yang ada di galaksi ini belum seberapa. Sebagai perbedaan, Galaksi Andromeda diprediksi mempunyai 1 triliun bintang-bintang. Pada ruangan antara bintang-bintang ada cakram gas dan debu yang disebutkan media interstellar.

Susunan gas itu mempunyai bentang dari beberapa ratus tahun sinar untuk gas yang lebih dingin, sampai beberapa ribu tahun sinar untuk gas yang lebih panas.

Cakram bintang-bintang dalam Galaksi Bima Sakti tidak mempunyai ujung yang tajam di luar. Ini memperlihatkan jika tidak ada bintang-bintang. 

Fokus bintang-bintang turun perlahan-lahan bersamaan dengan semakin besar jarak dari pusat galaksi. Jumlah bintang per kubik parsec makin turun bisa lebih cepat bersamaan dengan semakin jauhnya radius yang melewati 40 ribu tahun sinar.

Cakram galaksi ini dikitari oleh Halo Galaksi dari bintang-bintang dan cluster globular yang memancar semakin menjauh. Tetapi, ukuran terbatasi oleh orbit dua satelit Galaksi Bima Sakti, yakni Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil. 

Kedua orbit itu mempunyai jarak paling dekat dengan pusat galaksi sepanjang 180 ribu tahun sinar. Pada jarak itu, orbit dari umumnya halo terusik oleh Awan Magellan. Oleh karenanya, beberapa benda itu akan terhempas dari sekitaran galaksi.

Diprediksi massa dari galaksi ini adalah 580 miliar kali massa matahari, tetapi tetap lebih kecil dari Galaksi Andromeda. 

Bersamaan dengan kecepatan orbit yang bergantung dari massa keseluruhan dalam radius orbit, karena itu diprediksi pergerakan galaksi ini bisa lebih cepat bila dibanding dengan massa Galaksi Andromeda uang sejumlah 700 miliar kali massa matahari.

Susunan Galaksi Bima Sakti

susunan-galaksi-bima-sakti

Galaksi Bima Sakti terdiri dari wilayah pokok yang berupa batang-batang yang dikitari oleh satu cakram gas, debu, dan bintang-bintang. Gas, debu, dan bintang-bintang itu tersusun secara random dalam susunan lengan spiral logaritma. Distribusi massa dalam galaksi ini serupa dengan kategorisasi SBc Hubble.

Jarak matahari ialah 26 ribu sampai 28 ribu tahun sinar dari pusat galaksi. Nilai ini diprediksi berdasar sistem berbasiskan geometri memakai benda astronomi dipilih yang berperanan sebagai lilin standard. 

Pusat galaksi diikuti dengan sumber radio yang intensif namanya Sagitarius A*. Pergerakan benda di sekitar pusat galaksi itu memperlihatkan jika Sagitarius A* sebagai tempat dari satu benda singkat yang masif.

Fokus dari massa ini bisa diterangkan dengan tepat sebagai lubang hitam yang super masif dengan prediksi massa 4.1 sampai 4.lima juta kali massa matahari. Penilaian memperlihatkan jika lubang hitam supermasif berada di dekat pusat dari galaksi yang paling normal.

Jauh dari dampak gravitasi batang-batang galaksi, beberapa astronom pada umumnya membuat media interstellar dan bintang-bintang dalam cakram galaksi ini dalam empat lengan spiral. 

Semua lengan memiliki kandungan debu dan gas interstellar melewati rerata yang berada di galaksi, sekitar fokus dari skema bintang yang dicari oleh wilayah H II dan awan molekuler.

Jumlah dari bintang-bintang di dekat sinar infrared memperlihatkan jika dua lengan memiliki kandungan bintang raksasa merah 30% semakin banyak dari yang ada pada tiadanya lengan spiral. Sementara dua lengan yang lain tidak memiliki kandungan bintang raksasa merah semakin banyak dari wilayah di luar lengan.

Penskalaan dari susunan spiral Galaksi Bima Sakti umumnya tidak jelas dan memperlihatkan ketidaksamaan yang mencolok. Pada umumnya galaksi yang berupa spiral, tiap lengan spiral bisa diterangkan dengan spiral logaritma. 

Dua lengan spiral, yakni lengan Scutum-Centaurus dan lengan Carina - Sagitarius mempunyai titik tangent dalam orbit matahari di sekitaran pusat dari galaksi ini.

Bila lengan-lengan ini memiliki kandungan density bintang-bintang yang paling padat dari density bintang rerata dari cakram galaksi, maka dapat teridentifikasi oleh penghitungan bintang-bintang di dekat titik tangent.

Halo Pada Galaksi Bima Sakti

Cakram galaksi dikitari oleh halo bundar yang terbagi dalam bintang-bintang tua dan cluster globular yang 90% terhampar dalam 100 ribu tahun sinar dari pusat galaksi. Hingga diprediksi jika garis tengah dari halo stellar ini adalah 200 ribu tahun sinar.

Akan tetapi, beberapa cluster globular sudah ditemukan, yakni PAL 4 dan AM1 pada jarak lebih dari 200 ribu tahun sinar dari pusat galaksi. Sekitaran 40% dari cluster galaksi ada pada orbit retrograde, ini memiliki arti klaster-klaster itu bergerak menantang arah perputaran Galaksi Bima Sakti. Cluster globular bisa ikuti orbit rosette, berlainan dengan orbit elips dari satu planet yang melingkari bintang.

Pada 9 November 2010, Doug Finkbeiner dari Pusat Harvard - Smithsonian untuk Astrofisika umumkan jika beliau sudah mengetahui dua gelembung bundar raksasa dengan sinaran energi tinggi yang meledak ke arah utara dan selatan dari pokok galaksi ini. Garis tengah dari tiap gelembung sekitaran 25 ribu tahun sinar.

Matahari, demikian pula dengan bumi dan mekanisme tata surya, bisa ditemukan dekat sama sisi dalam dari lengan Orion. Jarak di antara lengan lokal dan lengan selanjutnya, yakni lengan Perseus adalah sekitaran 6500 tahun sinar.

Skema Galaksi Bima Sakti

Galaksi ini tercipta dari 1 atau beberapa over density kecil dalam distribusi massa dalam semesta alam sesudah Big Bang. Sebagian dari over density ini adalah bibit dari cluster globular yang disebut tersisa dari bintang-bintang paling tua yang membuat Galaksi Bima Sakti. Bintang-bintang dan klaster-klaster ini sekarang membuat halo stellar dari galaksi.

Dalam beberapa milyar tahun dari kelahiran bintang pertama, massa dari galaksi ini lumayan besar hingga berputar-putar relatif singkat. 

Berdasar pelestarian dari momen pojok, karena itu media interstellar gas akan tipis dari wujud bundar kasar jadi satu cakram. Dengan begitu, angkatan bintang selanjutnya tercipta dalam cakram spiral ini. Bintang yang lebih muda, terhitung matahari tempati cakram ini.

Post a Comment for "Mengenal Galaksi Bima Sakti"