Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Fakta Mengenai Astronomi Yang Harus Anda Pahami

10-fakta-mengenai-astronomi-yang-harus-anda-pahami

10 fakta mengenai astronomi yang hendak kita ulas pada artikel ini pada intinya hanya kombinasi dari bukti-bukti astronomi umum karena itu kita wajib untuk mengetahuinya.

Sebagai salah satu ilmu pengetahuan paling tua, astronomi saat ini benar-benar berkembang cepat. Pengamatan atas sebuah planet, eksoplanet, galaksi, bintang-bintang dan lain-lain bukan hanya dilaksanakan di bumi, tapi juga di luar angkasa.

Sepanjang beberapa ribu tahun lamanya, planet-planet itu sudah ada ditempatnya dan terus membuat lautan kosmik dan melebar karena material hitam yang berkembang. Perlu Anda kenali, satu galaksi terus berkembang dan tumbuh seiring waktu berjalan.

Dan karena astronomi juga beberapa planet yang ada didalam tata surya kita sudah ditemukan seperti Uranus yang ditemukan di tahun 1781, Neptunus di tahun 1846, sampai Planet Pluto (entahlah, ini tidak ada hubungannya dengan klaim apa Pluto masih bisa disebutkan sebagai planet atau hanya sebuah satelit alami seperti pada bulan) ditemukan di tahun 1930. Di luar angkasa ada juta-an material dan asteroid.

10 Fakta Mengenai Astronomi Yang Harus Anda  Pahami, antara lain:

1. Tiap planet dan eksoplanet atau satelit alami yang mengorbit di suatu planet memiliki atmosfer sendiri

Di bumi, atmosfer memiliki kandungan berbagai elemen seperti Nitrogen dan oksigen. Venus dengan atmosfer yang paling tebal memiliki kandungan karbon dioksida dan beberapa tapak jejak gas beracun seperti sulfur dioksida.

Begitu dengan Mars yang atmosfer memiliki kandungan karbon dioksida tetapi dengan nilai yang lebih rendah dibanding bumi.

Sementara planet lain seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus ada elemen hidrogen dan helium di atmosfernya.  Dengan matahari, dan Pluto. Itu memiliki arti tiap planet atau eksoplanet mempunyai atmosfer sendiri.

2. Untuk dapat melewati galaksi seperti Bima Sakti manusia memerlukan waktu 120.000 tahun

Dari beberapa riset menjelaskan jika galaksi kita semakin berkembang akibatnya karena material hitam yang hidup. Mekanisme tata surya kita ada dalam galaksi yang dikenali sebagai galaksi bimasakti atau milky way galaxy.

Berapakah luasnya? Berapakah saat yang diperlukan untuk melewati galaksi misalkan dari ujung timur ke arah barat? Penghitungan paling logis selama ini adalah jika kita awali mengelana dari ujung timur galaksi Bima Sakti dengan kecepatan sinar sekitar 300.000 km/detik, kita memakan waktu sekitar 10.000 sampai 120.000 tahun.

Itu memiliki arti galaksi bimasakti benar-benar luas dan membutuhkan beribu turunan untuk sampai ke ujung barat sama seperti yang diartikan. Tetapi, itu baru satu galaksi saja.

Di semesta alam ini ada sekitar 100 miliar galaksi dan satu galaksi ada sekitaran 200 miliar bintang. Untuk memperjelasnya, baca artikel mengenai Bintang di semesta alam semakin banyak dari bintang yang ada di bumi.

3. Bila ambil gambar satu eksoplanet yang jaraknya jauh sama dengan ambil gambar masa lampau

Dengan kekuatan teknologi sekarang, untuk memperhatikan sebuah eksoplanet yang jauh kita memerlukan pencitraan dari sebuah teropong khusus. Dan untuk hasil lebih optimal kita memakai gambar.

Untuk pencitraan gambar dengan penerangan yang pas dari sebuah bintang yang jaraknya sangat jauh kita memerlukan saat yang sangat benar-benar lama. Maknanya, gambar yang ada itu adalah gambar yang ada beberapa ratus, beberapa ribu sampai juta-an tahun lalu.

Itu memiliki arti, saat pencitraan itu sampai ke bumi, sudah tentu situasi di tempat yang sebetulnya sudah berbeda.

4. Temperatur aneh di Merkurius

Planet ini sebetulnya adalah planet paling dekat dengan pusat tata surya yaitu matahari. Tetapi, temperatur disitu capai -173 derajat celcius atau sama dengan -280 derajat Fahrenheit.

Fakta ini kemungkinan benar-benar aneh untuk jadi orang, tapi masih tetap ada keterangan kenapa satu planet yang dekat sama matahari malah lebih dingin. Hal tersebut dikarenakan oleh Merkurius nyaris tidak mempunyai atmosfer.

Karena, atmosfer pada suatu planet berperan untuk menangkap panas yang ada di atasnya. Bila bagian lain Merkurius, atau daerah yang tidak dapat dijangkau cahaya matahari temperaturnya akan dingin.

5. Badai di planet Jupiter

badai-di-planet-jupiter
credit:https://www.nasa.gov/

Planet Jupiter adalah planet di tata surya kita. Di Jupiter, setiap tahun selalu terjadi badai yang terus-terusan tiada henti. Ini dinamakan dengan The Great Red Spot.

Badai kolosal sama ukuran 2x lipat dari ukuran bumi itu terjadi sepanjang lebih kurang 300 tahun akhir. Yang paling mengagetkan perputaran badai ini bersimpangan dengan perputaran jarum jam.

6. Jumlah bintang yang ada di luar angkasa

Dalam pengetahuan kita bintang ialah sebuah eksoplanet yang berkilau. Di luar angkasa proses kelahiran dan kematian satu bintang selalu terjadi.

Kenyataannya, beragam penghitungan matematis malah menerangkan jika jumlah bintang yang berada di semesta alam ini 4x lipat semakin banyak dari pasir yang berada di bumi.

7. Energi yang ada pada matahari

Matahari adalah tipe bintang yang ada di galaksi bima sakti. Makin besar satu bintang, karena itu makin biru berwarna. Diameter matahari capai 1.392.684 KM atau sama dengan 109 kali diameter bumi.

Tiap detik matahari habiskan sekitaran 620 juta metrik ton hydrogen atau sama dengan 92 miliar bom nuklir. Tetapi bila dibanding dengan bintang lain, energi yang dikeluarkan matahari termasuk kecil.

8. Bintang paling jelas di semesta alam

Saat memperhatikan langit malam, kita akan menyaksikan beberapa bintang yang paling jelas bahkan juga dengan mata telanjang sekalinya. Bintang paling jelas itu juga dikenal sebagai Betelgeuse.

Betelgeuse adalah tipe bintang super raksasa dengan tingkat kecemerlangan 13.000 kali lipat dari matahari sementara diameter 1000 kali semakin besar. 

Betelgeuse datang dari bahasa Arab dan berada tidak jauh dari pundak kanan bentuk Orion. Selama ini, Betelgeuse diprediksi telah masuk periode baktinya dan akan alami supernova dalam kurun waktu beberapa juta ribu di depan.

9. Gunung berapi di Bulan Jupiter

Salah satu bulan Jupiter mempunyai gunung berapi. Disamping itu, saat memuntahkan lava, kecepatannya benar-benar mengagetkan bahkan juga capai 1 km per detik. Kecepatan ini 20 kali lipat dibanding kecepatan erupsi gunung api yang ada di bumi.

10. Badai topan di Saturnus

Tidak cuma terjadi di bumi, badai topan terjadi di Saturnus. Beberapa penilaian melalui pesawat ruangan angkasa Cassini menerangkan jika badai yang ada di planet Saturnus ini dua kali lebih besar dibanding badai yang ada di Bumi.

Itulah ulasan mengenai 10 Fakta Mengenai Astronomi Yang Harus Anda Pahami, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita.

Post a Comment for " 10 Fakta Mengenai Astronomi Yang Harus Anda Pahami"