Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Upaya Menanggulangi Pencemaran Limbah Pabrik

Upaya Menanggulangi Pencemaran Limbah Pabrik

Limbah pabrik pada umumnya merusak lingkungan sekitar. Contoh yang pernah terjadi adalah di Citarum, limbah pabrik merusak kualitas air di DAS Citarum. Terjadi pencemaran di sungai Citarum dan bahkan sudah sangat parah di hulu sungai Citarum. Maka dari itu, Presiden RI mencanangkan gerakan untuk penyelamatan dari pencemaran air.

Limbah Pabrik - Pencemaran Limbah di Sungai Citarum

Penyelamatan pencemaran di sungai Citarum dari limbah pabrik memiliki tujuan, yaitu untuk membersihkan kembali sungai Citarum karena akan digunakan untuk kebutuhan penduduk. 

Hal yang lebih essential adalah untuk kebutuhan pangan penduduk di daerah dekat sungai Citarum. Sungai Citarum bahkan menjadi pemberitaan di kalangan dunia, sebagai sungai yang terkotor di dunia.

Pembersihan sungai Citarum dilakukan dengan pembersihan air yang tertimbun sampah, pembangunan TPA sementara, dan pembangunan rumah kompos. Para warga juga ikut berpartisipasi dalam rangka pembersihan kembali air sungai daerah mereka. 

Mereka melakukan pembersihan sungai, selain itu mereka juga melakukan penanaman 500 pohon. Para warga tidak hanya ingin berupaya untuk membersihkan air yang telah kotor, tetapi juga berharap ada peraturan khusus untuk pembersihan air.

Hal lainnya lagi adalah adanya ancaman kekeringan akibat tercemarnya air sungai tersebut. Ancaman yang terbesar adalah hilangnya mata air karena ada sekitar 10.000 lebih hektar hutan yang rusak dan membutuhkan rehabilitasi. 

Ada sekitar 669 titik mata air. Di Kertasari ada 44 titik mata air dan salah satunya sudah tertutup selama 28 tahun. Hal ini terjadi karena sudah banyak alih fungsi lahan hutan. 

Oleh karena itu, perlu adanya binaan untuk mengembalikan fungsi seperti semula. Tentunya harus ada hukum yang mengatur dalam penerapan ini.

Limbah Pabrik - Pencemaran Limbah di Cina dan Hungaria

Bukan hanya di Negara Indonesia, limbah pabrik juga berdampak negatif di negeri Cina. Emisi dari sebuah pabrik baterai di Cina telah meracuni lebih dari 100 warga di Cina. 35 di antaranya adalah anak-anak. 

Kasus ini termasuk kategori kasus berat karena telah dilakukan penelitian. Di dalam darah sekitar 139 warga terdapat kadar timbel baterai dan yang paling mengkhawatirkan terdapat 3 orang dewasa yang memiliki kadar timbel 3 kali lipat di luar batas aman dalam darah mereka.

Petugas juga telah memeriksa bagaimana proses yang dilakukan pada pabrik tersebut. Memang proses pembuatan pabrik pada baterai tersebut dalam bentuk gas dan air melebihi batas aman. Ditakutkan jika dibiarkan akan memengaruhi pada bumi yang luas ini. 

Untuk diketahui bahwa timbel pada batu baterai tersebut biasanya digunakan untuk bahan percetakan, yang dikenal sebagai timah hitam. Timbel ini memiliki nomor atom yang tinggi di atas semua unsur-unsur stabil. 

Permasalahan limbah pabrik tidak hanya sekedar akibat-akibat saja yang diberitakan. Akibat Limbah ini dapat mengancam kedudukan pejabat yang memiliki limbah tersebut. 

Di Hungaria, pejabat eksekutif ditahan oleh kepolisian karena terjadi kelalaian dalam limbah yang dikelolanya yang mengakibatkan lumpur beracun dan menewaskan sejulah warga.

Menurut penelitian dari petugas, sebenarnya mereka telah mengetahui adanya keretakan pada tempat penampungan limbah pabrik tersebut. Namun demi keuntungan, perusahaan mereka tetap melanjutkan proses produksi tersebut. 

Semua dibiarkan begitu saja, hanya sekedar berharap tidak akan terjadi apa-apa. Setelah menjalani pemeriksaan pada pabriknya, direktur eksekutif tersebut harus ditahan selama 72 jam dan untuk menyambung dakwaan atasnya.

Pemerintah Hungaria memastikan karena ini bukanlah bencana alam, tetapi karena ulah manusia. Perusahaan yang bersangkutanlah yang harus membayar atas kerugian yang terjadi. Atas kejadian ini, mengakibatkan luka-luka pada warga dan lingkungan sekitar. 

Masih dalam bahasan perusahaan di Hungaria. Belumlah selesai dengan hanya menghukum pejabat pada perusahaan tersebut. Ada pengkhawatiran terjadi penjembolan dan pengretakan kembali.

Pengretakan ini akan terjadi pada malam hari. Upaya yang dilakukan adalah membangun tembok pelindung agar kebocoran dapat diwadahkan dengan tembok pelindung tersebut. 

Sangat disayangkan limbah beracun ini dalam waktu kurang dari 1 jam menyapu perumahan warga sekitar. Bukan saja hanya manusianya, tetapi binatang serta rusaknya tumbuh-tumbuhan.

Penanganan yang dilakukan diharapkan dapat mengatasi kejebolan yang terjadi. Upaya lain dilakukan dengan memasukkan cairan plester dan asam asetat yang berguna untuk menetralkan racun. 

Walaupun begitu, diduga lumpur telah masuk ke dalam sungai. Namun, sungai yang beraliran deras ini telah mengurangi dampak kerusakan limbah beracun ini.

Kembali ke negeri Cina, pemerintah Cina telah menuntut perusahaan limbah pabrik yang mengakibatkan keracunan pada warga dan lingkungan dengan membayar denda. 

Selain harus membayar denda, perusahaan harus mengatasi kebocoran limbah tersebut dan harus membersihkan sungai yang telah tercemar. Diketahui penyebab kebocoran limbah tersebut karena buruknya perawatan fasilitas pembuangan limbah.

Di Nigeria, pemerintah hanya terfokus pada kesehatan warga yang telah terkontaminasi racun dari limbah pabrik tersebut. Hal itu karena jika hanya berkutat pada jumlah kematian, maka tidak akan mendapat solusi. 

Sebuah studi pun dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Dari penelitian 180 desa telah mengalami keracunan sekitar 30.000 warga setempat dan dikhawatirkan mereka mengalami keracunan karena limbah pabrik yang diketahui adalah limbah yang ilegal. Harus dilakukan pembersihan pada pencemaran ini.

Kementerian kesehatan bersama WHO memang telah melakukan upaya pembersihan terhadap hal ini, namun berhenti saat musim hujan, tetapi akan segera dilanjutkan. Limbah pabrik ini memproduksi emas dimana ada sebuah praktek pengeluaran emas berskala kecil dari biji besi yang mengandung timbal. 

Proses tersebut adanya penghancuran dan pengeringan biji besi yang dilakukan di rumah sehingga terjadi kontaminasi pada tanah. Hal ini menghambat pemerintah dalam melakukan proses tersebut, karena warga enggan memberikan laporan adanya tanah yang terkontaminasi.

Mereka mengkhawatirkan pemerintah tidak akan mengizinkan adanya penambangan emas illegal di daerah mereka lagi. Di sini memang butuh suatu pendekatan kepada warga bahwa hal ini sangat penting untuk menyelamatkan warga dan lingkungan yang sehat. 

Walaupun telah melihat akibat yang terjadi, warga memang lebih memilih untuk kebutuhan daerah tempat mereka. Dengan adanya penambangan emas, akan ada keuntungan tersendiri pada daerah mereka.

Pemerintah harusnya berupaya untuk memberikan penyuluhan pada warga mengenai pentingnya dilakukan pembersihan pada tanah yang terkontaminasi. Bahkan upaya ini pun tidak mudah untuk berhasil. 

Perlu adanya kerjasama antara warga setempat dan pemerintah untuk mewujudkan upaya ini. Memberikan pandangan luas kepada warga juga diperlukan. Mengingat ini tidak hanya berdampak pada daerah tempat tinggal mereka saja, tetapi juga ini berdampak pada bumi yang luas ini.

Masalah pencemaran ini adalah suatu hal serius yang harus ditangani, jangan hanya memikirkan tentang keuntungan semata. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pencemaran limbah pabrik selama ini hanya sebagai wacana. 

Kebanyakan warga yang berada di perkotaan tidak pernah tahu dan hanya melihat dari pemberitaan semata. Mereka tidak tahu apa dampak yang dapat terjadi. Di perkotaan hanya terlihat perusahaan besar untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya dan demi mendapat predikat terbaik dalam persaingan usaha.

Perlu disadari bahwa semua yang dilakukan dapat membawa dampak yang besar dan luas. Masyarakat yang ada di pedalaman adalah contoh besar korban dari usaha mereka tersebut. 

Para masyarakat di perkotaan seharusnya membahas ini dalam usaha pabrik mereka dalam pengolahannya. Perlu adanya peraturan baru yang mengatur tentang pencemaran limbah pabrik tersebut.

Mungkin pemerintah telah sedikit mengatur tentang aturan pencemaran. Namun, semua itu hanya seperti peringatan semata, sehingga tidak terlalu mengikat secara hukum. Pemerintah harusnya lebih memikirkan keselamatan warga masyarakat yang ada di pedalaman.

Pada umumnya memang pemerintah lebih mendukung dan memberi izin dalam usaha yang ujung-ujungnya harus merasakan dampak dari perizinan mereka tersebut. 

Oleh karena itu, dari sini dapat terlihat semua ini harus diberikan strategi yang lebih baik agar tidak terjadi keracunan limbah pabrik pada warga setempat dan juga dapat melindungi lingkungan yang membawa dampak besar terhadap bumi dan lingkungan sekitar.

Post a Comment for " Upaya Menanggulangi Pencemaran Limbah Pabrik"