Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Mengenal Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang kemudian melalui Peraturan Presiden Nomor 61 tahun 2008 berubah nama menjadi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adalah sebuah lembaga formal yang memiliki kewenangan mengadakan pengamatan terhadap kondisi cuaca, iklim dan fisik bumi serta perubahannya.

Stasiun Meteorologi Pertanian

Pengumpulan dan pengelolaan data meteorologi secara nasional dikoordinasi oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) atau saat ini diperluas menjadi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Namun saat ini BMKG masih banyak digunakan untuk kepentingan perhubungan dan masih sangat sedikit sekali menyentuh pada kepentingan dunia pertanian.

Secara khusus masyarakat pertanian juga mengenal stasiun meteorologi pertanian khusus. Stasiun ini bertugas mengadakan pengamatan mengenai kondisi fisik dan lingkungan (atmosfer), keadaan biologi tanaman serta obyek pertanian lain secara terus menerus.

Stasiun-stasiun meteorologi pertanian ini biasanya dimiliki oleh lembaga-lembaga yang berkepentingan dengan penelitian dan pengembangan pertanian. Seperti fakultas pertanian di beberapa universitas, lembaga penelitian pertanian, lembaga penelitian perkebunan, departemen pertanian dan lain-lain.

Stasiun meteorologi pertanian harus memenuhi beberapa syarat agar data yang diperoleh akurat dan memiliki nilai guna, diantaranya yaitu;

1. Penempatan lokasi.

Lokasi harus mewakili keadaan lahan yang luas baik tanaman, tanah, topografi maupun iklimnya.

2. Peralatan.

Kondisi alat harus diperhatikan agar dapat memberikan hasil pengukuran parameter cuaca yang absah (akurat). Alat harus sederhana, kuat (tidak mudah rusak) dan mudah penggunaan serta perawatannya.

3. Pengamat yang terampil.

Petugas pengamatan di stasiun meteorologi pertanian harus dapat dipercaya, terlatih dan terampil.

Meskipun masyarakat sudah memiliki stasiun meterologi pertanian secara khusus, namun keberadaan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika tetap dibutuhkan. Mengingat cakupan pengamatan baik dari segi luas wilayah dan unsur-unsur yang diamati oleh stasiun meteorologi pertanian sangat terbatas.

 Kalender Musim

Pengetahuan tentang cuaca iklim dan kondisi fisik tanah sangat penting dalam menunjang keberhasilan pertanian. Manfaat utamanya yaitu sebagai dasar strategi dalam menyusun rencana dan kebijakan pola tanam. Penggalian potensi iklim di suatu tempat memungkinkan kita membuat perencanaan intensifikasi dan ekstensifikasi.

Kalender musim adalah salah satu contoh pemanfaatan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika dalam dunia pertanian. Kalender musim merupakan petunjuk musim yang digunakan oleh petani untuk menentukan musim tanam setiap jenis tanaman yang dibudidayakan.

Penyusunannya dilakukan dengan membandingkan antara kebutuhan air tanaman dengan curah hujan pada setiap bulan. Tanaman yang membutuhkan curah hujan yang tinggi direncanakan penanamannya pada bulan dengan curah hujan tinggi sebaliknya tanaman yang tidak begitu suka air (hujan) direncanakan penanamannya pada bulan-bulan kering.

Dengan menyusun kalender tanam diharapkan gagal panen akibat kekurangan air dapat dihindari.

Pola Tanam dan Irigasi

Data dari Badan Meteorologi dan Geofisika juga bermanfaat untuk menyusun perencanaan pola tanaman dan irigasi. Dengan mengetahui bulan basah dan bulan kering sepanjang tahun, kita bisa merencanakan pola tanam apa yang cocok untuk tahun itu. Dan tanaman apa yang akan kita usahan sepanjang tahun.

Mencermati data curah hujan, juga memungkinkan kita memperkirakan keperluan irigasi setiap musimnya. Seberapa besar kekurangan air yang dibutuhkan tanaman jika kita menanam tanaman jagung pada musim kering? Semua itu bisa diperkirakan dengan mencermati besarnya rata-rata curah hujan tahunan.

Pertumbuhan Tanaman

Pengaruh langsung cuaca terhadap pertumbuhan tanaman yang paling utama adalah pengaruh radiasi dan suhu terhadap proses fotosintesis, respirasi, transpirasi dan proses metabolisme di dalam sel tanaman. Anasir iklim yang sangat berpengaruh dalam proses ini adalah kelembaban, suhu dan sinar matahari (cahaya).

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Kondisi iklim biasanya ikut berpengaruh terhadap dinamika populasi hama. Di daerah tropika seperti Indonesia serangan hama biasanya terjadi pada musim kemarau (kering). Peningkatan suhu udara ikut mempercepat perkembangan hama.

Sebaliknya pada musim basah, tanaman sangat rentan terserang jamur dan patogen lain yang menyebabkan penyakit pada tanaman.

Penanganan Pasca Panen

Penanganan pasca panen pada tingkat petani pada umumnya masih dilakukan secara alamiah. Misalnya melalui proses penjemuran, penganginan dan pemeraman pada atmosfer terbuka.

Proses-proses ini sangat tergantung pada anasir-anasir iklim seperti; intensitas dan lama penyinaran, suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin dan curah hujan. Anasir-anasir ini sangat mempengaruhi tinggi rendahnya kualitas hasil olahan pasca panen.

Post a Comment for " Mengenal Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika"