Pencemaran Lingkungan dan Dampak Pencemaran Lingkungan

Pencemaran Lingkungan dan Dampak Pencemaran Lingkungan
credit:freepik.com

Beberapa helai dedaunan jatuh dari pohon ke sungai. Satu helai daun itu kemungkinan tidak bermakna apa-apa karena akan terbawa arus sungai yang alirannya cukup deras dan airnya jernih.

Namun apa jadinya, jika kemudian banyak orang yang buang sampah dengan jumlah banyak ke sungai tersebut Hal ini tentu akan memunculkan permasalahan yang lebih serius, karena kecuali aliran sungai jadi terusik dan terganggu, sampah - sampah tersebut menjadikan airnya kotor dan dapat memunculkan bau yang menyengat dan mengganggu kenyamanan. Ini memengaruhi kehidupan makhluk hidup di dalam sungai tersebut.

Masuknya bahan - bahan ke lingkungan yang kemudian mengakibatkan masalah pada makhluk hidup didalamnya disebut sebagai pencemaran. Maka pencemaran lingkungan terjadi akibat dari perbuatan kelompok / kolektif dari aktivitas manusia (komunitas) dan bukan dari aktivitas perseorangan (individu).

Disamping itu pencemaran bisa disebabkan oleh faktor alam, contohnya gunung meletus yang memunculkan abu vulkanik, seperti meletusnya Gunung Merapi yang baru - baru ini terjadi.

Manusia tidak bisa menahan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh faktor alam, tapi dapat mengatur pencemaran yang disebabkan oleh faktor aktivitas manusia tersebut seperti sampah rumah tangga, industri, beberapa zat kimia berisiko, curahan minyak, asap hasil pembakaran hutan, minyak bumi dan sampah nuklir. 

Manusia tidak bisa menahan pencemaran itu, tetapi bisa berusaha untuk mengurangi berlangsungnya pencemaran dan dampak yang ditimbulkannya.

Kenapa kita harus bisa menahan berlangsungnya pencemaran lingkungan supaya tidak terus terjadi? Alasannya adalah karena semua makhluk hidup yang berada di bumi ini memiliki kekuatan menyesuaikan yang terbatas pada perubahan yang terjadi dilingkungannya. 

Bila perubahan lingkungan disebabkan oleh pencemaran dan melebihi batasan toleransi (tingkat batasan), maka makhluk hidup di bumi akan mengalami masalah serius, misalkan keracunan, susah memperoleh makanan, perubahan fisiologis, dan terganggu proses (sistem) reproduksinya.

1. Membuang Sampah Dan Bahan Berbahaya Sembarangan

Lihat kembali Gambar ilustrasi di atas! Bahan pencemar berbentuk sampah yang dibuang ke sungai bukan hanya diam di sungai hanya itu, tapi akan ikut terbawa aliran air sungai dan menyebar ke lain tempat. 

Sudah pernahkah Anda membuang suatu benda yang bisa menyebabkan berlangsungnya pencemaran lingkungan? Misalkan, suatu saat Anda membuang batu baterei sisa di sembarangan tempat atau di kebun. 

Bila pernah, karena itu Anda sudah disebut melakukan pencemaran pada lingkungan Anda sendiri, mengapa begitu? Karena sesudah sekian hari (waktu), batu baterei itu akan remuk dan terurai menjadi beberapa bagian terpisah yang merupakan bahan beracun seperti kadmium, asam sulfat, dan merkuri. 

Jika bahan beracun itu larut di air dan menyerap kedalam tanah, selanjutnya menyebar mengikuti aliran air tanah dan mencapai sumur - sumur (sumber air) warga, maka kemudian air sumur itu akan terkontaminasi dengan bahan - bahan beracun tersebut. Air yang beracun ini bisa mempengaruhi kesehatan orang yang mengkonsumsinya.

Contoh lain, seorang pencarian ikan dengan menyengaja menyebarkan bahan beracun berbentuk potasium kedalam aliran sungai. Perlakuan ini kecuali mengakibatkan ekosistem sungai hancur karena semua makhluk hidup yang ada didalamnya mati, juga mengakibatkan tersisanya bahan beracun potasium itu dan ikut terbawa aliran air sungai yang ke arah waduk, dan danau. 

Waduk atau danau itu berfungsi sebagai sumber pengairan/irigasi untuk sawah/kebun pertanian masyarakat sehingga air yang terserap oleh tanaman kemudian memiliki kandungan toksin. 

Dan hal itu mengakibatkan bahan pangan itu akan memiliki kandungan toksin yang bisa mempengaruhi kesehatan orang yang mengkonsumsinya.

Sesudah air waduk digunakan untuk irigasi sawah dan bekasnya dibuang ke aliran sungai yang bermuara di laut, maka kemudian toksin itu akan terserap oleh fitoplankton. Seterusnya, fitoplankton dikonsumsi zooplankton, zooplankton dikonsumsi oleh ikan kecil, dan ikan - ikan kecil kemudian dimangsa oleh ikan besar. 

Karena ikan yang ada di perairan laut bebas bisa ditangkap oleh nelayan dari bermacam negara, karena itu kemudian bahan pencemaran yang ada dalam badan ikan tersebut bisa menyebar ke berbagai macam negara, bahkan juga bisa menyebar hingga antar benua.

2. Sumber-Sumber Pencemaran

Berdasarkan karakter zat pencemar, pencemaran lingkungan bisa dibagi jadi tiga kategori, yakni sebagai berikut:

a. Pencemaran Fisik

Pencemaran fisik di definisikan sebagai pencemaran yang disebabkan karena zat cair, padat, atau gas. Zat cair yang bisa mengakibatkan pencemaran misalkan sampah rumah tangga, keluarga, dan sampah pabrik, sedang zat padat atau gas yang mengakibatkan pencemaran misalkan asap pabrik, asap rokok, dan asap kendaraan.

b. Pencemaran Kimiawi

Pencemaran kimiawi sebagai pencemaran yang disebabkan karena zatzat kimia, misalkan logam berat dan sampah pabrik seperti raksa, timbal.

c. Pencemaran Biologis

Pencemaran biologis disebabkan karena bermacam jenis mikroorganisme penyebab penyakit.

Dampak Pencemaran Lingkungan

Munculnya bermacam jenis pencemaran itu biasanya juga akan memunculkan dampak negatif pada keseimbangan lingkungan atau ekosistem di bumi. Dampak negatif pencemaran itu menyebabkan terjadinya masalah, diantaranya keracunan dan penyakit, musnahnya species, masalah keseimbangan lingkungan, keanekaragaman hayati, dan terciptanya lubang ozon serta gas rumah kaca.

Berikut ini adalah Beberapa Dampak Pencemaran Lingkungan, antara lain:

a. Keracunan dan Penyakit

Bahan pangan seperti padi, jagung, sayur, buah-buahan, ikan, dan daging yang telah terkontaminasi, jika dimakan manusia karena itu orang yang mengkonsumsinya bisa alami masalah yakni keracunan makanan serta kematian. 

Bila orang yang konsumsi bahan makanan yang terkontaminasi mempunyai ketahanan badan tinggi, orang itu cuman alami masalah keracunan dan bisa sembuh. Tapi orang yang sensitif atau mempunyai ketahanan badan (Anti body) rendah, jika mengalami masalah keracunan dapat berpengaruh fatal, bahkan juga bisa menyebabkan terjadinya kematian.

b. Musnah dan Tidak Terkendalinya Perubahan Species

Seperti sudah kita ketahui bersama, jika dampak dari pencemaran bisa menyebabkan masalah keracunan bahkan kematian dan menjadi penyebab munculnya penyakit pada makhluk hidup. Tiap tipe makhluk hidup mempunyai ketahanan atau kekebalan yang berbeda - beda pada pencernaan, ada yang sensitif dan tidak sensitif.

Biasanya makhluk hidup yang dalam perubahan fase larva memiliki sifat sensitif (rawan) pada pencemaran, sehingga banyak yang mati, hingga species makhluk hidup itu dapat musnah. 

Tetapi, makhluk hidup yang telah mencapai perubahan pada fase dewasa akan memiliki ketahanan pada pencemaran, ada beberapa yang mungkin mati keracunan, namun beberapa lainnya masih dapat bertahan hidup.

Jika yang bertahan hidup terus-terusan terserang bahan pencemaran, bisa menjadi tidak tahan juga jika berlangsung terlalu lama, hingga bisa terjadi ledakan perubahan tipe makhluk hidup itu yang makin tidak teratasi. 

Misalnya, kerap kita dengar banyak petani yang tidak berhasil panen (gagal panen) karena terjadi ledakan perubahan komunitas wereng cokelat tidak teratasi yang menyerang, dan menghancurkan tanaman padi mereka. 

Penggunaan pestisida yang secara terus-terusan dan terlalu berlebih justru bisa mengakibatkan telur-telur burung hantu jadi hancur, hingga tidak berhasil berkembang (deformasi) dan menetas menjadi seekor burung. Jika semua telur misalkan telur burung hantu mengalami deformasi, terbuka peluang sekian tahun kedepan tipe burung itu akan musnah.

c. Masalah Keseimbangan Lingkungan

Contoh kasus musnahnya burung hantu karena telur-telurnya mengalami deformasi sebagai akibat dari masalah pencemaran. Jika dalam satu ekosistem salah satunya komponennya hancur, maka mengganggu peranan elemen lainnya dan menyebabkan keseimbangan ekosistem terusik. 

Walau sebenarnya tiap -  tipe makhluk hidup dalam ekosistem memiliki peranan masing-masing, ada yang bertindak selaku produsen, customer I, customer II. Jika salah satunya peranan itu terusik, maka itu bisa mengusik peranan lainnya. 

Hal tersebut bisa ditunjukkan, di saat ini benar-benar susah kita dapatkan burung hantu yang terbang di persawahan atau menempati di pohon kelapa yang mencari mangsanya (tikus).

Sudah diterangkan di bagian awal artikel ini, jika salah suatu penyebab musnahnya burung hantu itu karena telur-telurnya mengalami deformasi. Makin menyusutnya komunitas burung hantu akan mengakibatkan komunitas tikus berkembang jadi benar-benar cepat dan tidak teratasi karena jumlah pemangsa (predator) burung hantu makin berkurang dan tidak imbang dengan pertumbuhan populasi tikus. 

Ledakan perubahan tikus yang tidak teratasi, bila menyerang akan menghancurkan dan merusak tanaman padi, dan bisa mengakibatkan petani tidak berhasil panen karena ada masalah keseiimbangan lingkungannya. Bila hal itu didiamkan terus dan makin meluas ke lain tempat, bagaimana dengan pengadaan bahan pangan untuk keperluan manusia? Coba kita pikirkan tentang hal ini!

d. Pemekatan Hayati

Coba Anda pikir jika satu perairan terkontaminasi oleh bahan beracun. Bahan beracun itu bisa menyerap ke badan, alga, atau mikroorganisme yang lain. Seterusnya, ikan-ikan akan mengkonsumsi alga itu dan ikan besar akan mengonsumsi ikan yang kecil.

Jika ikan-ikan itu ditangkap oleh manusia dan dikonsumsi, maka bahan beracun itu akan masuk di tubuh manusia. Ikan kecil yang makan alga tidak cuman satu, tapi banyak sel alga. Dengan begitu, ikan kecil itu telah memiliki kandungan bahan beracun yang banyak. 

Demikian pula dengan ikan besar akan memangsa ikan kecil tidak hanya satu, semakin banyak mengkonsumsi ikan-ikan kecil, maka akan semakin banyak bahan pencemar yang masuk badan ikan besar. 

Bagaimana dengan badan manusia bila sering makan ikan yang beracun dan mengandung toksin itu? Proses kenaikan kandungan bahan pencemar yang melalui tubuh makhluk hidup diberi nama pemekatan hayati (amnalgamasiasi).

e. Terciptanya Lubang Ozon dan Dampak Rumah Kaca

Sekarang ini persoalan lubang ozon dan berlangsungnya dampak rumah kaca di bumi benar-benar kita alami. Ozon benar-benar berguna untuk kehidupan, baik tumbuhan, hewan, atau manusia karena ozon memiliki sifat membuat perlindungan makhluk hidup dari cahaya ultraviolet yang mematikan. 

Ozon tercipta dari oksigen dengan kontribusi cahaya ultraviolet. Bagaimana bila lubang ozon makin lama semakin besar yang disebabkan oleh bertambahnya bahan pencemar?

Gas karbon dioksida bisa mengakibatkan dampak rumah kaca. Gas ini berawal dari asap pabrik, beberapa mesin kendaraan, aktivitas pembakaran. 

Jika CO2 ini makin bertambah dan tidak secepatnya diganti menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak  hutan belantara yang dibakar oleh manusia, karena itu asapnya akan menyebabkan terciptanya dampak rumah kaca. 

Dengan adanya banyak gas polutan ini beberapa pakar memperkirakan kondisi di bumi akan makin panas akibat dari dampak rumah kaca itu. Atmosfer bumi yang beralih menjadi rumah kaca meredam refleksi beberapa energi matahari keluar angkasa, sehingga bisa membuat permukaan bumi menjadi lebih panas.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk mengunjungi blog saya dan membaca artikel tentang Pencemaran Lingkungan dan Dampak Pencemaran Lingkungan ini. Semoga ulasan artikel ini bermanfaat untuk kita semua.


 

0 Response to "Pencemaran Lingkungan dan Dampak Pencemaran Lingkungan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel