Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Energi Kalor Dalam Kehidupan Sehari-hari

Energi Kalor Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalor merupakan salah satu bentuk energi, kalor dikenal juga dengan panas. Seperti halnya dengan jenis energi lain, energi kalor juga dapat berpindah dari satu zat ke zat lainnya, serta dapat berubah menjadi bentuk energi lain.

Perpindahan panas atau kalor dapat terjadi pada berbagai benda seperti benda padat, benda cair dan benda gas. Perpindahan kalor ini terjadi diakibatkan oleh perbedaan suhu. Kalor berpindah dari benda yang memiliki suhu tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah.

Suatu benda akan menjadi panas jika diberi energi. Dalam ilmu fisika, kalor memiliki satuan yang sama dengan bentuk energi lain, yaitu joule (j) dan dilambangkan dengan Q, satuan lainnya adalah kal (kalori). 

Perbandingan antara kal dan joule adalah:

1 kal = 4,2 joule

1 joule = 0,24 kal

Benda yang bersuhu tinggi jika bersentuhan dengan benda yang bersuhu rendah maka suhunya akan turun begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh sifat dari kalor yang akan berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Sebelum abad ke-17, para ilmuwan menganggap kalor adalah sebuah zat yang dapat berpindah dari suhu yang tinggi ke suhu yang lebih rendah. tetapi ketika benda yang mendapat kalor ditimbang ternyata massanya tidak berubah, maka kalor dinyatakan sebagai energi bukan zat, karena zat harus memiliki massa.

Sumber Energi Dari Kalor

Kalor atau panas pada suatu benda dapat berasal dari berbagai macam sumber, setiap benda yang dapat menghasilkan panas disebut sebagai sumber energi kalor. Berikut ini beberapa sumber energi panas.

1.  Matahari

Matahari merupakan sumber energi yang sangat besar dan menjadi sumber energi panas dan cahaya terbesar bagi bumi. 

Pada matahari selalu terjadi reaksi fusi yang merupakan reaksi berantai penggabungan inti atom hidrogen menjadi inti atom helium dalam jumlah yang sangat besar sehingga menghasilkan panas yang sangat tinggi. Sebagian kecil dari energi panas dari hasil reaksi inilah yang sampai ke bumi.

2.  Bahan Bakar

Bahan bakar dapat menghasilkan energi dari kalor yang berguna untuk menggerakkan benda. Contoh bahan bakar adalah yang berasal dari minyak bumi.

Setelah melalui pengolah minyak bumi menghasilkan bensin, avtur, minyak tanah, solar, dan sebagainya. Bensin misalnya digunakan untuk menggerakkan mesin industri ataupun mesin pada kendaraan bermotor.

3.  Gesekan

Dua buah benda yang bersentuhan dapat menimbulkan gesekan, dan gesekan akan menghasilkan panas. Jika gesekan ini dilakukan atau terjadi secara berulang-ulang, maka energi panas yang dihasilkan akan semakin besar.

Kekasaran benda yang bergesekan pun berpengaruh pada besarnya energi  panas yang dihasilkan, semakin kasar benda, semakin besar panas yang terjadi.

Manusia purba membuat api dengan cara menggesekkan kayu atau batu secara terus menerus hingga menimbulkan percikan api.

Gesekan yang menghasilkan panas tidak hanya terjadi pada gesekan antar benda padat saja, gesekan benda padat dan benda gas pun bisa menimbulkan panas bahkan nyala api.

Misalnya ketika ada meteor yang jatuh ke bumi, gesekan yang terjadi antara batu meteor dan atmosfer menghasilkan pijaran api yang seringkali berakibat batu meteor itu habis terbakar.

4.  Listrik

Sumber energi panas lainnya adalah listrik. Listrik dihasilkan oleh generator, aki, baterai, dan lain-lain. Energi listrik diubah menjadi energi panas, misalnya oleh berbagai peralatan rumah tangga, seperti kompor listrik, setrika, oven microwave, dan sebagainya.

5.  Makanan

Makanan merupakan sumber energi yang sangat penting bagi makhluk hidup. Makanan yang telah dicerna akan menghasilkan energi kimia yang kemudian diubah menjadi energi panas oleh tubuh.

Perpindahan Kalor

Selain dapat berpindah karena pengaruh suhu, yaitu dari suhu tinggi ke suhu rendah, enegi kalor juga bisa berpindah melalui berbagai perantara, yaitu melalui benda padat, benda cair dan benda gas. Perpindahan kalor ini dapat terjadi secara:

a. Konduksi

Konduksi merupakan perpindahan kalor yang tidak disertai oleh perpindahan partikel zatnya. Misalnya jika kita menempelkan ujung sepotong besi ke api unggun, sementara ujung lainnya kita pegang, maka tangan kita akan terasa panas padahal tidak ada api yang mengenai tangan kita.

Peristiwa konduksi biasanya hanya terjadi pada benda padat. Setiap benda padat memiliki kemampuan menghantarkan panas yang berbeda, logam memiliki daya hantar yang baik sementara kayu daya hantarnya buruk.

b. Konveksi

Konveksi merupakan perpindahan energi panas yang disertai dengan perpindahan partikelnya. Peristiwa konveksi biasanya terjadi pada benda gas dan benda cair.

Contoh peristiwa konveksi adalah ketika kita merebus air hingga mendidih atau ketika terjadi angin laut dan angin darat.

Angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat, hal ini terjadi karena suhu di daratan lebih tinggi daripada suhu di permukaan laut, sementara tekanan udara di daratan lebih rendah sehingga udara mengalir dari laut ke darat dan energi panas berpindah dari daratan ke lautan. Pada peristiwa angin darat terjadi hal yang sebaliknya.

c.  Radiasi

Radiasi merupakan perpindahan energi panas yang tidak melalui perantara. Contoh radiasi adalah pancaran panas matahari pada siang hari. Pada siang hari kita merasakan panas matahari karena panas matahari memancar langsung ke bumi tanpa perantara.

Radiasi juga terjadi ketika kita mengelilingi api unggun kita merasa hangat karena panas dari api unggun mengenai kita secara langsung.

Dampak Energi Panas

Segala sesuatu yang ada di dunia ini seperti energi pastilah memiliki dampak yang diakibatkannya. Panas atau kalor memiliki pengaruh kepada benda yang dikenainya. Di antaranya adalah mengubah bentuk benda, mengubah suhu benda dan mengubah ukuran benda.

1. Kalor mengubah bentuk benda

Suatu benda yang dikenai kalor akan mengalami perubahan bentuk. Perubahan bentuk benda itu adalah sebagai berikut:

a. Penguapan

Perubahan wujud benda dari cair menjadi gas disebut penguapan. Penguapan terjadi ketika benda cair terkena panas yang cukup tinggi. Contohnya adalah petani garam yang membuat garam di tambak-tambak pesisir pantai.

b. Pengembunan

Peristiwa pengembunan merupakan kebalikan dari penguapan, yaitu berubahnya gas menjadi zat cair. Contohnya adalah terbentuknya tetesan-tetesan air di daun-daun pada pagi hari.

c. Peleburan

Peleburan merupakan peristiwa berubahnya zat padat menjadi zat cair. Peleburan terjadi karena zat pada menerima energi panas. Misalkan es balok yang dibiarkan di bawah terik matahari akan mencair/melebur.

d. Pembekuan

Perubahan benda cair menjadi benda padat disebut sebagai peristiwa pembekuan. Pembekuan terjadi karena zat cair melepaskan energi panas sehingga suhunya menurun. Contohnya adalah air yang dimasukan ke dalam freezer akan membeku.

e. Penyubliman

Penyubliman yaitu berubahnya benda padat menjadi benda gas. Perubahan ini juga memerlukan energi panas. Contohnya adalah kapur barus yang disimpan di lemari pakaian lama-kelamaan akan habis.

f. Pemuaian

Pemuaian yaitu bertambahnya ukuran atau volume suatu benda akibat terkena energi panas. Pemuaian dapat terjadi pada benda padat, cair dan gas. Contonya adalah penggunaan air raksa pada termometer.

Nah, sekarang sudah tahu kan manfaat energi kalor dalam kehidupan. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat bag para pembaca.

Post a Comment for " Energi Kalor Dalam Kehidupan Sehari-hari"