Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seluk Beluk Golongan Darah Manusia

Seluk Beluk Golongan Darah Manusia
credit:instagram@massaktive

Tahukah Anda bahwa golongan darah pada setiap manusia belum tentu sama? Pada umumnya, golongan darah manusia dapat dibedakan menjadi empat golongan darah yaitu golongan O, golongan A, golongan B, dan golongan AB. Darah merupakan cairan penting yang ada pada setiap tubuh manusia.

Fungsi dari darah adalah untuk mengangkut zat-zat dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh, serta sebagai media pertahanan dari serangan virus atau bakteri. Namun, baru-baru ini ditemukan golongan darah jenis lainnya, simak selengkapnya dalam artikel ini.

Setiap golongan darah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Pertama kali orang yang mengenalkan penggolongan darah ini adalah Dr. Karl Landsteiner. Penggolongan darah ini berdasarkan pada antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin) yang terkandung dalam darah.

Aglutinogen yang ada pada eritrosit seseorang bisa saja bereaksi dengan zat aglutinin yang ada pada serum darah. Reaksi ini dapat berupa penggumpalan darah atau juga tidak terjadi penggumpalan darah.

Antigen dapat dibagi menjadi dua, yaitu antigen A dan antigen B. Darah manusia dapat mengandung antigen A saja atau antigen B saja. Namun mungkin juga dapat mengandung antigen A dan B. Dan ada juga yang tidak mengandung antigen sama sekali.

Akibat adanya antigen dan antibodi inilah yang kemudian dijadikan dasar penggolongan ABO seperti saat ini. Selain itu juga ada penggolongan darah lain yang dikenal dengan nama penggolongan Rhesus (faktor Rh).

Golongan Darah Manusia Berdasarkan Sistem ABO

Sistem ABO ini membagi darah yang dimiliki seseorang menjadi empat golongan yaitu golongan darah A, golongan darah B, golongan darah AB dan juga golongan darah O.

1. Golongan Darah A

Manusia yang bergolongan darah A, pada membran selnya  sel darah yang dimilikinya mengandung Antigen A dan serum darahnya akan menghasilkan antibody yang mengandung antigen B.

Hal ini menyebabkan orang yang memiliki golongan darah A hanya bisa menerima transfusi dari orang yang memiliki golongan darah A atau orang yang memiliki golongan darah O. Dan pemilik golongan darah ini dapat mendonorkan darahnya untuk orang yang memiliki golongan darah A atau AB.

2. Golongan Darah B

Manusia dengan golongan darah B, memiliki antigen B pada membran selnya dan serum darahnya menghasilkan antibodi pada sel antigen A.

Inilah yang menyebabkan orang yang memiliki golongan darah B hanya bisa menerima transfusi darah yang memiliki golongan darah B atau O. Pemilik golongan darah ini dapat mendonorkan darahnya pada orang yang memiliki golongan darah B ataupun AB.

3. Golongan Darah AB

Manusia yang bergolongan darah AB memiliki antigen A dan B pada sel darah merahnya dan tidak menghasilkan antibodi pada sel antigen A ataupun B. 

Dengan demikian, orang yang memiliki golongan darah AB dapat menerima transfusi darah dari golongan darah manapun baik A, B, O maupun AB sendiri.

Karena hal tersebut golongan darah AB disebut resipien universal. Tetapi, pemilik golongan darah ini hanya bisa mendonorkan darahnya pada orang yang memiliki golongan darah AB saja.

4. Golongan Darah O

Manusia dengan golongan darah O tidak memiliki antigen pada sel darah merahnya, namun memiliki antibodi yang bereaksi pada antigen A dan antigen B. Untuk itu, orang yang memiliki golongan darah O hanya bisa menerima darah yang memiliki golongan darah O saja.

Tetapi, orang yang memiliki golongan darah O ini dapat mendonorkan darahnya pada semua golongan darah yang lain. Karena kemampuannya inilah, golongan darah O disebut donor universal.

Pada umumnya, darah golongan O yang paling banyak dimiliki oleh sebagian besar penduduk di dunia adalah golongan darah O. Sedangkan golongan darah yang paling sedikit adalah golongan darah AB.

Golongan Darah Manusia Berdasarkan Rhesus

Sejak tahun 1940, telah dikenal jenis golongan darah yang lain yaitu dengan mengoptimalkan Faktor Rhesus atau sering disingkat faktor Rh. 

Nama Rhesus ini diperoleh dari uji coba atas monyet dengan jenis Rhesus yang dilakukan oleh Karl Landstainer. Faktor Rh ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor Rh- dan Rh+.

Faktor Rhesus Negatif. Jika seseorang tidak memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merah yang dimilikinya, maka orang tersebut memiliki golongan darah Rh- (Rh Negatif)

Faktor Rhesus Positif. Jika pada permukaan sel darah merah seseorang terdapat faktor Rh, maka orang tersebut memiliki golongan darah Rh+ (Rh Positif).

Jenis golongan darah berdasarkan Rhesus ini sering disatukan dengan penggolongan berdasarkan sistem ABO. Sehingga golongan darah menjadi O+, O-, A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+ serta O-.

Saat melakukan transfusi darah, perlu sekali diperhatikan tentang jenis faktor Rhesus ini. Apabila seseorang memiliki Rh+ maka tidak boleh mendonorkan darahnya untuk orang yang memiliki Rh-, karena hal ini dapat mengakibatkan penggumpalan darah yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Jika seorang ibu memiliki Rh-, sedangkan bayi yang dikandungnya memiliki Rh+, maka sel darah bayi akan rusak dan menyebabkan bayi terkena penyakit bawaan misalnya penyakit kuning.

Golongan Darah Jenis lainnya

Selain penggolongan darah dengan sistem ABO, ternyata juga ada golongan darah jenis lainnya. Ini merupakan golongan darah yang langka atau jumlah orang yang memilikinya sangat sedikit. 

Beberapa jenis golongan darah ini adalah sebagai berikut:

1. Golongan Darah O Bombay

Orang yang memiliki golongan darah O Bombay ini di permukaan sel darah merahnya tidak memiliki ekspresi antigen sistem ABO. 

Jika diperiksa dengan sistem seperti biasanya, maka orang tersebut memiliki golongan darah O. Namun, ia tidak bisa menerima transfusi darah yang memiliki golongan darah O, karena memang memiliki perbedaan.

Dengan demikian orang yang memiliki golongan darah O Bombay hanya bisa mendapatkan transfusi darah dari golongan O Bombay juga, jika tidak akan maka akan terjadi penggumpalan darah.  Golongan darah ini pertama kali ditemukan pada tahun 1950 di India Timur (kota Bombay).

2. Golongan Darah Vel

Golongan darah Vel ini terbagi menjadi golongan darah vel positif dan vel negatif, yang paling langka atau paling sulit ditemukan di dunia adalah golongan darah vel negatif.

Orang yang memiliki golongan darah vel negatif dan kemudian mendapatkan transfusi darah dari golongan darah vel positif maka akan sangat berbahaya, hal ini akan menyebabkan gagal ginjal dan berujung kepada kematian.

Karena itu dalam melakukan transfusi untuk pemilik jenis darah ini harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat, jangan sampai terjadi kesalahan karena akan berakibat fatal.

Penemuan ini pertama kali yaitu pada tahun 1950 di New York, sedangkan nama Vel diperoleh dari nama belakang pasien yang menjadi kasus penemuan golongan darah jenis baru ini. 

Demikianlah penjelasan tentang seluk beluk golongan darah yang ada pada tubuh manusia, semoga dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat.

Posting Komentar untuk " Seluk Beluk Golongan Darah Manusia"